Tour de Flores
Uskup Ruteng: Tunjukkan Sikap Ramah kepada Tamu Tour de Flores
"Tolong diatur waktunya supaya saya berikan berkat kepada pebalap sebelum berangkat," kata Mgr.Hubertus
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa
POS KUPANG.COM, RUTENG---Pemimpin Gereja Katolik Wilayah Manggarai Raya, Mgr.Hubertus Leteng,Pr mengajak umat Katolik di wilayahnya dan Pulau Flores menjaga kerahaman kepada peserta balap sepeda Tour de Flores (TdF).
Balap sepeda internasional pertama di Flores dilepas dari Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur dan finish di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Pulau Flores pada
pertengahan bulan Mei.
"Rapat dengan Pak Gubernur (Frans Leburaya) di Kupang, pak gubernur mengajak masyarakat di Pulau Flores yang didominasi umat Katolik supaya bersikap ramah dan memberi pelayanan kepada tamu asing," kata Mgr.Hubertus, dalam ramah tamah peresmian Biara Somascan di
Kampung Cimpar, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Sabtu siang (16/4/2016).
Mgr. Hubertus mengatakan, dia akan menyempatkan waktu memberikan berkat kepada pebalap TdF di Ruteng, ketika melakukan start etape kelima Ruteng-Labuan Bajo.
"Tolong diatur waktunya supaya saya berikan berkat kepada pebalap sebelum berangkat," kata Mgr.Hubertus.
Upacara pemberkatan kapela baru dan rumah panti asuhan dihadiri Provinsial Somascan di Filipina, Pater Javier,CRS. Bupati dan Wabup Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H. M.H, Drs.Victor Madur, biarawan dan biarawati serta ratusan umat dari Laci, Cimpar dan Carep hadir dalam suka cita itu.
Mgr.Hubertus mengajak umat Katolik memperlakukan setiap tamu asing dan domestik dengan sopan. Tradisi adat Manggarai menerima tamu dengan kepok (tuak dan ayam) dan ronda wajib dipertahankan, sebab budaya ini hanya dimiliki masyarakat Manggarai.
"Usia anak-anak harus mulai diajarkan tentang tata cara adat kita
menerima tamu. Mereka harus bisa melakukannya ketika kita tidak ada,"kata Mgr. Hubertus.*