Dari Kampung Besar ke Kota Modern
Benar bahwa Oelamasi telah ditunjuk sebagai ibukota Kabupaten Kupang mulai 22 Oktober 2010
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Kesaksian warga tentang ibukota Kabupaten Kupang, sebagaimana dilansir Pos Kupang, Senin (4/4/2016), terkesan mengandung sinisme. Oelamasi yang telah ditunjuk menjadi ibukota Kabupaten Kupang dikatakan lebih cocok disebut kampung besar.
Tetapi kalau kita melihat kenyataan di lapangan, kesaksian warga itu tidak sekadar sinisme, tetapi sebuah motivasi agar Oelamasi segera tumbuh menjadi kota modern, karena kenyataan saat ini Oelamasi masih terlihat seperti kampung.
Benar bahwa Oelamasi telah ditunjuk sebagai ibukota Kabupaten Kupang mulai 22 Oktober 2010, setelah ibukotanya pindah dari Kota Kupang. Kalau dihitung, sudah 6-7 tahun pemerintahan berjalan di sana, tetapi perkembangan sampai saat ini, boleh dikatakan jalan di tempat. Jangankan aspek-aspek lain, sebagai pusat pemerintahan saja, Olamasi belum menunjukkan geliatnya.
Kantor-kantor pemerintahan yang dibangun secara besar-besaran dan tampak mewah pada awalnya, kini malah terkesan tidak terurus alias mubazir. Rumah jabatan bupati sendiri tidak ditinggali. Civic center terkesan seperti sebuah kompleks di antara semak-semak. Pada jam kantor suasana tampak sepi, apalagi pada jam lepas kantor, jauh dari konsep kota modern.
Apakah Oelamasi tidak berpotensi menjadi kota dalam arti yang sebenarnya? Kita yakin Pemerintah Kabupaten Kupang, DPRD dan masyarakat Kabupaten Kupang memiliki tekad yang kuat untuk membangun Oelamasi menjadi sebuah kota, lebih dari sekadar ibukota kabupaten.
Namun, isu ini sengaja diangkat di sini untuk sekadar mengingatkan Pemkab, DPRD dan masyarakat Kabupaten Kupang agar jangan terlalu menunggu lama pembangunan kota ini. Tentu yang pertama, mantapkan pembangunan dan aktivitas civic center dulu sebagai pusat pemerintahan. Tetapi pembangunan itu seyogianya sudah berdasarkan Rencana Tata Ruang Kota dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRK dan RTRW). Setelah civic center, pembangunan dengan sendirinya berlanjut ke pembangunan pemukiman, pertokoan dan fasilitas-fasilitas umum yang mencirikan sebuah kota modern.
Kita sangat optimistis kalau RTRK dan RTRW ini sudah mantap, Kota Oelamasi akan beda dengan kota-kota yang sudah ada di Indonesia pada umumnya, yang tumbuh begitu saja, tanpa didahului perencanaan. Kota Oelamasi tidak akan menjadi kota yang semrawut, tumpang tindih dan berantakan. Kota Oelamasi akan menjadi kota yang rapi dan teratur karena berangkat dari perencanaan yang matang.
Kalau demikian, suatu saat orang akan berdecak kagum dan berbalik mengatakan, Oelamasi benar-benar ibukota Kabupaten Kupang dan benar-benar kota modern.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kantor-bupati-kupang-semak_20160311_193145.jpg)