Tiga Tokoh Indonesia Raih Penghargaan Lulusan Terbaik Inggris
Betty Purwandari menjadi alumni terbaik di kategori pencapaian profesional
Bersama dengan para pembaca novelnya, dia mendirikan Komunitas Menara, suatu komunitas nirlaba yang memberikan akses pendidikan dan buku-buku kepada masyarakat kurang mampu.
Penghargaan ini adalah bukti nyata dari kekuatan guru memotivasi murid, kata Ahmad yang teringat akan masa kecilnya di pesantren.
"Guru saya bilang, kalian belajarlah ke mana saja, pergi lah ke mana saja, jangan batasi diri kita. Motivasi guru itu luar biasa bagi kita," kata lulusan Royal Halloway, Universitas London itu.
Di Inggris, dia belajar tentang film dokumenter yang banyak memberikan ilmu dalam bertutur cerita lewat berbagai media yang berdampak terhadap kesuksesannya dengan novelnya yang sudah dicetak lebih dari 400.000 kopi itu.
Education UK Alumni Award 2016 adalah salah satu kegiatan yang digelar dalam rangka Bulan Pendidikan Inggris sebagai salah satu upaya mempererat kemitraan Indonesia dan Inggris dalam sektor pendidikan tinggi.
Ajang penghargaan tersebut juga diadakan di sembilan negara lain seperti Brazil, Tiongkok, Hong Kong, India, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Turki dan Amerika Serikat dengan menyeleksi lebih dari 800 alumni yang menjadi nominasi.
"Malam ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk dapat merayakan kesuksesan mereka yang telah menempuh studi di Inggris dan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan karirnya serta berkontribusi positif bagi profesi dan negaranya," kata Direktur British Council Indonesia Sally Goggin.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan pentingnya membuka akses pendidikan tinggi dari luar negeri untuk para siswa Indonesia.
"Kami siap mendukung teman-teman dari Indonesia supaya mereka bisa menikmati kesempatan untuk belajar di Inggris," kata Dubes Moazzam Malik dalam Bahasa Indonesia yang fasih.(ant)