Kamis, 4 Juni 2026

Yuk Bersepeda

Bersepeda Life Style Baru Warga Kupang

Mengenakan celana pendek dipadu baju ketat. Rambut mereka terkadang diikat atau dibiarkan tergerai begitu saja.

Tayang:
POS KUPANG/NOVEMY LEO
SEPEDA - Petriks Wulandari Bugel, pegawai Bank NTT Kupang, dengan sepeda kesayangannya, september 2015. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mengenakan celana pendek dipadu baju ketat. Rambut mereka terkadang diikat atau dibiarkan tergerai begitu saja. Kedua kakinya terus berada di atas pedal sambil mengayuh sepeda di jalanan. Kebanyakan dari mereka bersepeda dalam kelompok atau hanya bersama teman dekat saja.

Pemandangan seperti itu bukan hal baru lagi di Kota Kupang ini, karena akan selalu tersaji setiap hari Sabtu dalam minggu bersamaan dibukanya lintasan El Tari sebagai Car Free Day (CFD) atau hari tanpa kendaraan bermotor.

Bahkan tidak saja menunggu CFD, tetapi ada juga sejumlah komunitas yang bersepeda selain hari Sabtu. Mereka menelusuri setiap jalan di Kota Kupang yang didominasi tanjakan-tanjakan yang menantang.

Satu di antaranya adalah Petryks Wulandari Bugel kepada Pos Kupang, Senin (28/9/2015) malam. Sebagai karyawati Bank NTT Cabang Kupang yang setiap hari sudah dijejali berbagai aktifitas. Walau demikian, olahraga tidak pernah dilupakannya.

Menurut Wulan, olahraga bersepeda dan berenang sangat disenanganinya dan rutin dilakukannya sekali seminggu selama satu jam untuk mengobati kelelahan fisiknya setelah bekerja selama lima hari dan kuliah di Kampus Hukum Unkris Kupang.

Perempuan berusia 21 tahun ini, mengakui, baru sebulan 'mendayung' sepeda, namun sudah merasakan manfaat yang luar biasa dari olahraga bersepada itu, khususnya kepuasan bathin.

Usai berolahraga, perempuan kelahiran 4 April 1994 ini merasa lebih senang, bahagia dan bersemangat.

"Entah mengapa, setelah berenang dan bersepada, fisik saya langsung segar bahkan hati saya merasa sangat senang dan bahagia," kata putri tunggal dari pasangan Rudolf WA Porsiana dan Sandra Imelda Bugel ini.

Selain menginginkan kebugaran tubuh, ternyata bersepeda juga untuk menyalurkan hobinya, ajang rekreasi dan juga sebagai gaya hidup. Jajak pendapat Harian Kompas 5 Agustus 2011 lalu menyebutkan, 75 persen responden di 12 kota besar di Indonesia menyatakan makin banyak warga kota mereka yang menggunakan sepeda sebagai alat beraktivitas, baik untuk berolahraga maupun hobi.

Mengapa bersepeda kembali memikat hati masyarakat saat ini? Jawaban responden bermacam-macam, selain menjaga kebugaran, publik juga memaknai bersepeda sebagai wujud cinta lingkungan, gaya hidup, dan ajang rekreasi. Tiga dari empat responden berpendapat, bersepeda menjadi solusi terbatasnya waktu olahraga.

Budaya bersepeda di Indonesia setidaknya dikenal sejak zaman penjajahan Belanda menjelang abad ke-19. Namun, pada masa itu hanya kalangan tertentu saja yang mampu membeli sepeda buatan Belanda. Sepeda menjadi simbol kemapanan dan gengsi di tengah strata sosial masyarakat masa kolonial saat itu.

Fenomena bersepeda memperoleh momentum baru setelah tahun 1990-an muncul model sepeda baru, yakni "sepeda gunung" (mountain bike). Sejak kelahiran sepeda gunung itulah aras kebiasaan orang bersepeda bergeser lagi dari alat transportasi fungsional perlahan menjadi kegiatan hobi dan akhirnya menjadi gaya hidup perkotaan.
Digunakan Berbagai Komunitas

Bersepeda memang sudah menjadi gaya hidup, termasuk di Kota Kupang ini. Jika sebelumnya, hanya segelintir saja yang bersepeda tetapi sekarang sudah tumbuh baik perseorangan maupun dalam komunitas. Tentu dampaknya, permintaan akan sepeda meningkat dari waktu ke waktu.

Erni M. Oematan, pemilik Toko Aurora Kuanino dan Boby Tanjung, pemilik Toko Karya Subur merupakan dua dari sekian banyak pengusaha yang selama ini menyediakan sepeda bagi warga Kota Kupang mengakuinya.

Menurut Erni M. Oematan, saat ditemui Pos Kupang di tempat usahanya, Senin (28/9/2015), sejak beberapa bulan terakhir, warga Kota Kupang mulai berburu jenis-jenis sepeda lain seperti Wimcycle dan Polygon. Dua jenis sepeda ini diburu pasalnya, warga mulai menyadari manfaat bersepeda bagi kesehatan. Hal ini tidak terlepas dari program CFD setiap hari Sabtu di Kota Kupang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved