Mezra E Pellondou: Generasi Muda Sastrawan NTT (2)
Sebutlah beberapa nama penulis muda NTT yang sekarang ini pantas didengungkan, misalnya Mario Lawi dan Amance Franck
Saya malah memilih dan berharap Alor sebagai Kampung Sastra di NTT karena kekayaan kultural Alor yang sangat kaya dan unik, dan msitik serta alam, iklim dan lingkungannya hampir tidak disentuh sedikit pun dalam karya sastra NTT periode mula-mula bahkan hingga masa kini. Keberadaan Alor bahkan nyaris tidak ada dalam pembicaraan-pembicaraan sastra modern saat ini, padahal kerajaan Uki di Alor justru konon pernah disinggung dalam kita Negara Kertagama. Semua itu semakin membuat saya terobsesi untuk menyatakan keberadaan NTT lewat Alor. Memilih Alor bukan berarti sastra NTT adalah sastra Alor, tetapi memilih Alor adalah pernyataan kebanggaan saya bahwa Alor yang tidak tergarap oleh sastrawan Indonesia, justru bisa dipakai sebagai rumah di mana orang mencari segala dokumentasi kebudayaan dan sastra NTT. (alfred dama/habis)