Sepatu yang Ditinggalkan
LIMA pasang sepatu tergetak pada tempatnya. Ada yang kumal ada juga yang bersih neces. Entah sudah berapa lama sepatu itu berada di situ.
Entah berapa lama aku tak tahu lagi. Aku tersadar ketika, mendengar nyanyian dan kemudian hiruk pikuk orang.
Kayaknya dalam sebuah ruangan. Ada dentuman irama musik yang keras. Teriakan orang yang saling menyapa. Salaman. Setelah beberapa saat suara tadi menghilang. Tinggal sepi yang menggoyangkan aku dalam kotak.
Begitu kagetnya aku ketika cahaya benderang masuk. Tutupan kotak itu dibuka lagi. Aku menengok ke atas. Kukucek-kucekan mataku agar beradaptasi dengan cahaya. Terang yang telah ada lagi. Tampak seorang pemuda. Dengan tersenyum puas ia mengambilku dari dalam kotak. Diambilnya lagi secarik kertas, lalu dibacanya dengan keras. SAYANG, PAKAILAH SEPATU INI DENGAN PENUH CINTA, SEBAGAIMANA KITA SALING MEMAKAIKAN HATI KITA UNTUK CINTA. HAPPY BIRTHDAY. Tawa ngakak, begitu lelaki itu selesai membaca carikan kertas tadi.
Hari-hari selanjutnya, aku sering dipakai oleh pemuda tadi. Kemana saja. Aku tampak letih juga karena setiap kali tubuh yang kecil ini harus menahan beban yang berat. Kadang aku bertemu dengan teman-teman yang lain. Aku mengenal mereka karena dulu kami berasal dari toko yang sama. Mereka kelihatan kumal dan lusuh. Kadang juga tubuhku harus bersentuhan langsung dengan berbagai macam kotoran yang baunya minta ampun.
"Harga kamu berapa?" potong kets sebelum aku selesai bercerita.
"Lima ratus dua puluh dua ribu lima ratus rupiah"
"Kasihan sekali. Dengan harga semahal itu kamu harus bersentuhan langsung dengan
kotoran yang sangat jijik dan bau" kets ketawa mengejek.
"Heii.. kita sama-sama bangsa sepatu kawan. Itu resiko dan nasib kita bila suatu saat bersentuhan dengan kotoran" sepatu keranjang ikut bersuara.
"Sudah.sudah!!!"
"Mengapa sekarang anda bisa berada di sini??" lanjut highheels dengan tanya. Nampak sekali tali sebelah kirinya yang telah putus.
Kalian tahu. Setelah itu wanita dan pemuda tadi jarang bertemu. Kalau mereka bertemu mereka saling bertengkar. Mempermasalahkan hal-hal yang aku sendiri tidak mengerti. Klimaksnya pada suatu hari, mereka berdua sangat marah. Saling melontarkan suara dengan nada tinggi lalu mereka berpisah dengan duka. Hati penuh amarah.
Mungkin karena diminta kembali oleh wanita tadi, aku kemudian dipulangkan kembali ke rumah wanita. Karena aku khusus dipakai oleh lelaki maka aku tidak digunakan sampai sekarang. Aku dicampakan. Dicampakan bukan karena sudah rusak atau putus. Aku dicampakan karena aku tidak layak dipakai oleh wanita yang sekarang menjadi tuanku. Karena aku sepatu.
Aku lelaki. Aku sepatu lelaki. Sampailah aku di sini bersama kalian. Kita kumpulan yang terbuang. Sama-sama terbuang karena tidak dipakai lagi. Aku tidak dipakai karena tidak tepat sasarannya, sedangkan kalian tidak dipakai karena sudah rusak atau putus. Sekarang kita menunggu waktu untuk segera ke kobaran api. Tumpukan sampah yang dibakar bersama kita. Layaknya kobaran api neraka bagi jiwa manusia yang berdosa.
Naikolan, April 2012