BREAKING NEWS : Usai Dicakar Kucing Oma Marta Langsung Diberi VAR di Dinkes Ngada

oma Marta tampak kesakitan dan petugas meminta oma Marta mencuci atau membersihkan luka pada air yang sudah disiapkan petugas kesehat

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kadis Kesehatan Ngada, Agustinus Naru 

Usai Dicakar Kucing Oma Marta Langsung Diberi VAR di Dinkes Ngada

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Marta Adja (71) warga Desa Mengeruda Kecamatan Soa Kabupaten Ngada digigit dan dicakar kucing peliharaannya, Kamis (18/7/2019) sekitar pukul 15.30 Wita.

Akibatnya jari tangan kanan dan jari kaki kirinya mengalami luka serius. Sehingga Marta harus dibawa ke Dinas Kesehatan Ngada di Kota Bajawa untuk mendapatkan vaksin.

Pantauan POS KUPANG.COM, di Dinkes Ngada, oma Marta tampak kesakitan dan petugas meminta oma Marta mencuci atau membersihkan luka pada air yang sudah disiapkan petugas kesehatan.

Keluarga oma Marta, Patrisia Nae Lebe (45) mengaku dirinya langsung memberikan pertolongan pertama dengan mencuci dengan air bersih usai oma Marta digigit Kucing selama 15 menit.

Setelah itu oma Marta dihantar ke Dinkes Ngada untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies.

"Oma digigit Kucing sendiri dan kejadian sekitar pulul 15.30 Wita.
tangan kiri dan kaki tangan kanannya yang luka. Langsung cuci air dingin dan air rinso," ungkap Patrisia, kepada POS KUPANG.COM di Dinkes Ngada Kota Bajawa.

Ia mengaku Kucing tersebut awalnya biasa-biasa saja dan tidak ada tanda-tanda yang aneh.
Tiba-tiba mau makan siang Kucing langsung mencakar dan menggigit oma yang sedang duduk santai.

"Kucing itu dipiara sendiri. Kami mau makan siang di dapur dan tiba-tiba Kucing langsung gigit ditangan dan kakinya oma," ungkapnya.

Ia mengaku Kucing belum pernah divaksin dan memang Kucing dipelihara untuk memangsa Tikus.

"Kaget saja tiba-tiba datang lansung cakar," ujarnya.

Ia mengaku Kucing tersebut akan dieliminisasi dan tidak mau peliharaa lagi.

"Mungkin orang rumah disana tadi sudah bunuh itu kucing," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru, S.KM.,M.Adm.Kes, mengaku piket Rabies Centre 24 jam melayani warga masyarakat Ngada.

Ia mengatakan stok VAR sampai saat ini masih ada dan pelayanan kepada masyarakat gratis. Jika ada yang datang segera dilayani dan petugas selalu ada menunggu diruangan.

"Kami piket 24 jam di Dinkes. Jadi siapa saja mau vaksin silakan," ungkap Kadis Agustinus.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved