Polisi Masih Selidiki Akar Masalah Bentrokan di Naibonat
Polisi dari Polres Kupang Masih Selidiki Akar Masalah Bentrokan Antar Warga di Naibonat
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Polisi dari Polres Kupang Masih Selidiki Akar Masalah Bentrokan Antar Warga di Naibonat
POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Jajaran Polres Kupang masih menyelidiki akar masalah terjadi bentrokan antar oknum warga di Naibonat, Kecamatan Kupang Timur pasca tewasnya satu orang warga setempat. Meskipun situasi sejak kejadian sudah pulih dan normal kembali namun aparat gabungan masih disiagakan di dua titik berbeda di Naibonat.
Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan menyampaikan hal ini melalui Kabag Ops, AKP Martin Koang didampingi Kepala Humas, Iptu Simon Seran di Naibonat, Jumat (7/6/2019).
• Lulus Ujian Nasional, Siswa SMP Kristen Citra Bangsa Lakukan Sungkem Pada Orangtua
Martin Koang menjelaskan, pasca bentrokan, Kamis (6/6/2019), aparat gabungan yang diterjunkan untuk mengamankan situasi yakni 150 personil Polres Kupang, 70 personil Brimobda NTT dan 30 personil TNI. Pasukan ditempatkan di tengah antar kedua kubu yang bentrok agar tidak melebar. Dari pola ini, katanya, situasi dapat dikendalikan hingga saat ini.
"Ada dua titik personil kita konsentrasikan. Satu titik anggota polres dan TNI sedangkan titik satunya anggota brimobda. Suasana sampai hari kedua pasca bentrokan terpantau aman. Untuk hari kedua total anggota yang amankan situasi dari Brimob 28 orang, 15 TNI dan Polres Kupang 49 anggota," katanya.
• Dapat Materi Hoaks dan Narkoba dari Polsek Insana, Begini Komentar Apolonaria
Menurut Koang, penempatan personil ini belum bisa dipastikan soal ditarik dari lokasi. Pihaknya mengambil sikap manakala dari hasil prediksi intelijen suasana betul-betul kondusif. Patroli anggota pada kedua belah pihak terus dilakukan sambil melihat kondisi aman barulah bertemu dengan para tokoh kedua pihak untuk duduk bicara.
"Kita akan proses kejadian ini. Memang dari informasi bahwa kejadian sampai satu orang meninggal penyebabnya di pesta nikah. Tapi kami harus selidiki penyebab utamanya dengan menggali keterangan pada saksi-saksi. Kita baru ambil keterangan 8 saksi. Soal korban, 1 meninggal dan 3 luka terkena panah. Barang bukti yang kita amankan panah dan belum ada yang ditetapkan tersangka karena harus gali informasi di kedua pihak dan data harus valid," jelas Koang.
Koang juga menyampaikan bahwa ada rencana Kapolres berkomunikasi dengan pemda untuk duduk bersama bahas masalah ini. Jadwalnya direncanakan setelah penguburan korban meninggal.
Sebelumnya, Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, menegaskan, dirinya saat ini tengah berusaha membangun komunikasi antar dua pihak yang menjadi korban bentrok antar warga di Naibonat, Kecamatan Kupang Timur. Sementara pelaku yang terlibat dalam bentrokan ini akan ditangkap.
Kapolres Indera Gunawan kepada POS KUPANG.COM, Kamis (6/6/2019) meminta kepada para pihak untuk menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Kupang. Pasalnya, aparat Kepolisian dibantu TNI saat ini sudah mengamankan situasi di lapangan.
"Arus kendaraan di Naibonat dan sekitarnya berjalan normal. Tidak ada penghadangan kendaraan. Saya dan Kasat Brimobda NTT bersama anggota juga jajaran TNI tetap jaga situasi di lapangan," kata Indera. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)