Lulus Ujian Nasional, Siswa SMP Kristen Citra Bangsa Lakukan Sungkem Pada Orangtua

Lulus Ujian Nasional, Siswa SMP Kristen Citra Bangsa Lakukan Sungkem Pada Orangtua

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Upacara Sungkem atau hormat kepada orangtua yang dilakukan saat acara kelulusan SMP Kristen Citra Bangsa Kupang di Aula Universitas Citra Bangsa, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Rabu (29/5/2019) 

Lulus Ujian Nasional, Siswa SMP Kristen Citra Bangsa Lakukan Sungkem Pada Orangtua

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ada pemandangan mengharukan saat upacara kelulusan 118 siswa SMP Kristen Citra Bangsa Kupang. Pada saat upacara kebaktian diadakan, para siswa diberi kesempatan untuk melakukan sungkem atau hormat kepada orangtua mereka masing-masing.

Ritual sungkem yang berlangsung selama 45 menit ini membuat baik para siswa dan orangtua menitihkan air mata. Diiringi lagu 'Terima Kasih Ayah dan Ibu', para siswa yang lengkap mengenakan busana dan atribut daerah masing-masing ini langsung menghampiri, berlutut di hadapan orangtua mereka, dan meminta doa dan restu.

Dapat Materi Hoaks dan Narkoba dari Polsek Insana, Begini Komentar Apolonaria

Selama beberapa menit, tampak orangtua mendoakan buah hati mereka, memeluk erat dan menyampaikan nasihat bagi anak-anak mereka.
Momen menyentuh ini pun banyak diabadikan kamera ponsel para guru dan orangtua.

Kepala SMP Kristen Citra Bangsa, Ev Jublina Ga ditemui di sela acara di Aula Universitas Citra Bangsa, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Rabu (29/5/2019) mengatakan makna dari sungkem itu adalah bagian dari berkat orangtua kepada anak-anak dan memohon kepada Tuhan membuka jalan bagi masa depan mereka.

BREAKING NEWS: Dua TKI Ini Protes, Mereka Dicekal Tapi 30 Orang Lain Lolos

"Sungkem kepada orangtua itu sudah dilaksanakan sejak mereka doa persiapan ujian nasional sampai mereka sudah berhasil. Mereka diberkati juga oleh guru dan pendeta," ungkapnya.

Sejalan dengan amanat pemerintah, tambahnya, pihak sekolah juga mewajibkan para siswa mengenakan busana adat saat acara kelulusan. Tahun lalu, sekolah juga menerapkan hal yang sama.

"Kita lihat ada fenomena kalau dengar lulus, anak-anak macam-macam dengan pola mereka. Setelah dengar lulus mereka euforia tapi terpimpin dengan pakaian daerah masing-masing," katanya.

Perihal perolehan nilai ujian nasional dan peningkatan mutu, tambahnya, otoritas sekolah sudah mencanangkan konsep smart school yang mana anak-anak dituntut menguasai Bahasa Inggris dan teknologi informasi serta memiliki karakter yang baik. Guru-guru yang mengabdi di sana juga sudah disiapkan dengan baik.

Nilai rata-rata tahun ini, jelasnya, jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebab lulusan terbaik bahkan meraih nilai rata-rata 92-96.

"Lebih baik dari tahun lalu. Ini sangat membanggakan. Nilai rata-rata sangat memuaskan," terangnya.

Lulusan terbaik peringkat pertama, Ferina Putri Maharani Amalo sangat bangga dengan prestasi yang dia peroleh. Menurut Ferina kuncinya untuk bisa sukses hanya satu yakni belajar dan belajar.

"Sekolah sangat baik. Setiap hari belajar dan dapat pelajaran yang baik," kata dara yang bercita-cita jadi dokter ini.

Kedua orangtuanya, Dedy Amalo dan Tri Suris menurutkan di rumah keduanya selalu memberi kebebasan yang bertanggungjawab kepada anak mereka Ferina.

"Kami Orangtua tidak paksa anak. Tapi kami selalu berikan dukungan dan dorongan," kata Dedy.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved