Benyamin Lola Akui Hasil UN SMP di NTT Tidak Jauh Beda Dengan Tahun Lalu
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola mengakui hasil ujian nasional tingkat SMP tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan tahun lalu
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Adiana Ahmad
Benyamin Lola Akui Hasil UN SMP di NTT Tidak Jauh Beda Dengan Tahun Lalu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM-KUPANG- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola mengakui hasil ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2019 di NTT tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Nilai rata-rata yang diperoleh cenderung stagnan dan tidak mengalamai peningkatan. Menurut dia hal ini tentu masih menunjukkan mutu pendidikan di NTT masih rendah.
"Kalau bicara SMP kita harus lihat regulasi, urusan pendidikan dasar itu ada pada kabupaten, sedangkan untuk urusan pendidikan menengah dan pendidikan luar biasa itu ada pada pemerintah provinsi," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/5/2019).
• Pencapaian UNKP/UNBK Kabupaten TTS Terbaik di Pulau Timor dan Urutan Empat NTT
Perihal peningkatan mutu pendidikan tingkat SMP, dirinya sudah meminta para kepala dinas pendidikan dan kebudayaan serta dinas pemuda dan olahraga kabupaten/kota yang ada di NTT untuk bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk fokus juga pada pendidikan dasar.
Bicara soal mutu pendidikan, kata dia, harus juga bicara soal pendidikan dasar yang merupakan fondasi.
"Fondasinya itu ada pada pendidikan dasar mulai dari SD dan SMP. Kalau fondasinya tidak memadai maka landasan pendidikannya juga akan rapuh.
• 126 Pelajar, Guru dan Relawan di Kabupaten Kupang Ramaikan Festival Membaca 2019
Ketuntasan belajar pada level pendidikan dasar itu harus diperhatikan. Jangan sampai kita meluluskan siswa tapi siswa yang tidak berkompetensi, atau siswa yang tidak mempunyai kemampuan minimal sebagai seorang siswa SD dan SMP," ungkapnya.
Angka rata-rata ujian baik SMP maupun SMA di NTT sejauh ini hanya mencapai kisaran 42 dan 43. Kalau nilai rata-rata lulusan secara nasional dipasang batas angka 55 maka NTT dinyatakan tidak lulus.
"Kita masih ketinggalan 13 angka baru mencapai angka minimal untuk lulusas," kata dia.
Untuk menangani hal ini, pihaknya akan melihat rata-rata ujian masing-masing sekolah. Kalau nilai rata-ratanya 30 untuk masing-masing mata pelajaran maka ini akan dijadikan dasar untuk menetapkan target yang mau dicapai tahun depan menjadi 50.
• 49 Paket Proyek BWS NT II NTT Tanda Tangan Kontrak, Ini Permintaan Agus Sosiawan
"Jadi karena sudah beberapa tahun ini dia hanya bergerak di angka itu saja. Tidak naik tidak turun juga. Nah kita kasi naik ke angka 50. Kalau tidak mencapai angka ini berarti prestasimu buruk," bebernya.
Nanti akan ditelusuri lagi nilai yang tidak mencapai target itu mata pelajaran apa.
"Misalnya matematika, ternyata guru matematikanya bermasalah. Nanti kita dapat informasi dari sana. Dia yang harus kita perbaiki. Jadi ini sudah sangat spesifik," ungkapnya.(*)