Membalas dengan Cinta untuk Setiap Perbuatan Jahat
Membalas dengan Cinta untuk Setiap Perbuatan Jahat. Pembaca simak ini baik-baik
Penulis: Ferry Jahang | Editor: maria anitoda
Membalas dengan Cinta untuk Setiap Perbuatan Jahat.
POS-KUPANG.COM - Membalas dengan Cinta untuk Setiap Perbuatan Jahat
“Kita tidak boleh menjadi hamba dari perilaku orang lain yang buruk dan membalasnya dengan sikap dan perilaku yang lebih buruk lagi, penghinaan dibalas dengan penghinaan yang lebih buruk.
Kita harus mampu membalas dengan cinta untuk setiap perbuatan jahat.
• Manggarai Raih Opini WTP dari BPK, Bupati Kamelus : Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Staf
• Ini Alasan Gakkumdu Hentikan 15 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Aceh Utara
• 18 TKI Dicekal, Dua TKW Mengaku Direkrut Ibu-ibu dari Kuanino Kupang
Bukanlah kata-kata dan sikap orang lain yang menjadi ukuran dan perilaku kita, tetapi kasih dan anugerah Allah yang kita rasakan, serta kehendak dan Firman Allah itulah yang menjadi ukurannya.
Jikalau makian anjing dibalas dengan anjing, lama lama kita tidak lagi memaki, tetapi mengggongong: “gugk-gugk”, demikian cuplikan pemikiran dari Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, Dosen Pasca Sarjana Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dalam khotbahnya pada Kebaktian Perayaan Bulan Bahasa dan Budaya yang memasuki minggu keempat di GMIT Nekafmese Naioni, Klasis Kupang Barat, yang dilayani oleh Pdt. Akri Kale Talomanafe, STh Minggu, tanggal 26 Mei 2019.

Menurut Akademisi dan mantan wartawan Pos Kupang “pemekiran ini disimpulkan dari pemikiran dan nasehat Yesus dalam Matius 5:38-48.
“Yesus berkata kepada murid-muridnya dalam Matius 5:39 “janganlah melawan kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan”.
Artinya murid-muridnya tidak mencari pembalasan menurut diri mereka sendiri dan menurut Hukum Taurat, tetapi berdasarkan pertimbangan Anugerah dan kasih Allah yang tak terbatas.
Kepada yang jahat mereka harus membalasnya dengan kebaikan.
• Polri Periksa Kivlan Zen Sebagai Tersangka Berita Bohong dan Makar Rabu Besok
• Dispora NTT Gelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Disabilitas.
• Pengamat: Prabowo-Sandi Bisa jadi Bulan-bulanan di MK Jika Bukti Cuma Link Berita
Dan bagi Yesus itu artinya ketika murid-murid menahan tangannya untuk membalas, mereka membiarkan tangan Allah yang bertindak bagi mereka.
Allah sendiri yang akan melakukan yang terbaik bagi mereka.
Karena Allah itu adil kepada semua orang (Ulangan 32:4; Ayub 8:3; 34:12; Mazmur 7:11; 36:6; 58:11; 65:5; 71:19; 116:5; Pengkhotbah 12:14; Yesaya 5:16; 30:18; Roma 2:5; Wahyu 15:3; 16:7)”.
“Disini kita belajar untuk tidak menunjukkan sikap dan reaksi yang sama persis dengan orang-orang yang berbuat jahat kepada kita”, demikian doktor teologi lulusan Jerman ini.
Di hadapan ribuan jemaat yang memadati gedung Gereja Nekafmese Naioni pada Minggu 26 Mei 2019 ini, Mantan Ketua Klasis Lobalain ini mengingatkan mereka agar perayaan Bulan Bahasa dan Budaya bernuansa Etnis Helong dalam tema besarnya Bahasa dan Budaya Menjadi Sarana Berelasi dengan Tuhan dan Sesama, mampu mendorong jemaat untuk mengubah perilaku balas jahat dengan jahat, menjadi balas kebaikan untuk semua perbuatan buruk.