Dispora NTT Gelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Disabilitas.

Khusus untuk pertama kalinya menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Disabilitas Tingkat Daerah.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Kepala Bidang Olahraga Disabilitas pada Asdep Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Ismun Dwi Kartiningsih, saat menyampaikan materi kepada 40 peserta pelatihan di Hotel Pelangi, Kota Kupang, Senin (27/5/2019 

Dispora NTT Gelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Disabilitas.

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT yang ditangani langsung oleh Bidang Pembedayaan Olahraga seksi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus untuk pertama kalinya menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Disabilitas Tingkat Daerah.

Pelatihan bagi atlet penyandang disabilitas, yakni Tunadaksa, Tunagrahita, Tunawicara, dan Tunanetra itu digelar dari tanggal 24-28 Mei 2019 di Hotel Pelangi, Jalan Veteran, Kota Kupang.
Empat cabang olahraga, yakni atletik, renang, catur, dan bulutangkis jadi sasaran atau objek pelatihan.

Kabid Pembudayaan Olahragan Dispora NTT Ayub Y. Mooy menyebutkan peserta yang terlibat dalam pelatihan ini merupakan guru-guru olahraga dan non olahraga yang selama ini menangani anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB)

SLB yang dimaksud  yakni Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang ada di Kabupaten/Kota se - NTT.

Jumlah peserta sebanyak 40 orang yang 21 orang berasal dari Kabupaten/Kota dan 19 dari Provinsi, unsur pesertanya guru-guru dari SDLB, SMPLB, dan SMALB se-NTT yang saat ini berjumlah 35 sekolah

"Sehingga yang hadir selain SLB kita tambah lagi dari unsur Provinsi, tapi kalau di Sekolah tersebut tidak ada guru olahraga maka bisa dikirim guru yang biasa menangani masalah itu, karena kita tahu bahwa sekolah-sekolah di NTT ini tidak semuanya punya guru olahraga," kata Ayub saat ditemui di sela pelatihan, Senin (27/5/2019).

Pengamat: Prabowo-Sandi Bisa jadi Bulan-bulanan di MK Jika Bukti Cuma Link Berita

18 TKI Dicekal, Dua TKW Mengaku Direkrut Ibu-ibu dari Kuanino

Pelatihan ini merupakan langkah tepat untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompoten dan memiliki keahlian khusus untuk menangani atlet-atlet disabilitas di NTT.

"Kami siap pelatih dan wasit, terutama wasit ini kami latih mereka secara baik supaya pada saat perlombaan di tingkat Provinsi, wasit-wasit ini tidak memihak karena ini anak-anak disabilitas sebab kalau ada wasit yang tidak free play dan macam-macam, saya rasa itu tidak untuk pembinaan kita ke depan," ujarnya.

Dia menandaskan bahwa nanti pihaknya akan menggelar kejuaran bagi anak-anak disabilitas di tingkat provinsi guna menjaring bibit atlet yang dapat dibina untuk mewakili NTT di ajang Papernas dan Olympic Para Games.

"Tentunya kita akan selengrakan lomba ditingkat provinsi nanti setelah yang juara kita kirim ke tingkat nasional."

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disabilitas pada Asdep Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Ismun Dwi Kartiningsih mengapresiasi program dari Dispora NTT.

Pasalnya, sejak dirinya menjabat sebagai Kabid Bidang Olahraga Disabilitas ini baru pertama kali ada pelatihan pelatih dan wasit Disabel yang digelar di tingkat yang menggunkan anggaran sendiri dan bukan dari Kemenpora RI.

"Kami dari kementerian terus terang kalau semuanya harus dari pusat tidak mungkin. Jadi apresiasi dari kami untuk Dispora NTT, karena rasanya selama saya sebagai kepala bidang, ini baru satu provinsi yang mengelenggarakan atas dana dari dispora jadi kami sangat apresiasi meskipun sebenarnya untuk spesifikasi kecabangan lebih banyak di Nasional Para Limpic karena PB nya dari NPC sendiri," ungkapnya.

Ia pun menyampaikan kalau kehadirannya dalam pelatihan itu bukan hanya sebagai instruktur namun juga sebagai narasumber yang ditugaskan dari Kemenpora RI untuk menyampaikan berbagai macam informasi tentang olahraga disabilitas bagi guru-guru di SLB se - NTT.

Tujuan dari Menpora harapannya tentu sama dengan Provinsi bahwa ada ilmu yang bisa disampaikan kepada teman-teman guru SLB.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved