Di TTS- Tersangka Pengeroyokan Yongki Skenariokan untuk Menyangkal

Kedelapan tersangka kasus pengeroyokan Matan Yongki (21) warga Kapan sempat menyangkal telah melakukan pengeroyokan kepada korban.

Di TTS- Tersangka Pengeroyokan Yongki Skenariokan untuk Menyangkal
Pos Kupang.com/dion kota
Kedelapan tersangka kasus pengeroyokan Matan Yongki (21) warga Kapan sempat menyangkal telah melakukan pengeroyokan kepada korban. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE- Kedelapan tersangka kasus pengeroyokan Matan Yongki (21) warga Kapan sempat menyangkal telah melakukan pengeroyokan kepada korban.

Tujuh tersangka kompak menumpahkan kesalahan kepada tersangka DK. Namun setelah didesak, akhirnya para tersangka mengakui perbuatannya.

"awalnya para tersangka ini kompak tidak mau mengakui perbuatannya. Sebelum diamankan, mereka sempat bertemu untuk mengskenariokan agar semua menyangkal perbuatannya. Namun setelah kita desak, akhirnya satu persatu tersangka membongkar perannya masing-masing dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan nyawa Yongki melayang tersebut," ungkap sumber pos Kupang.

Dari pengakuan para tersangka, awalnya korban hanya terlibat pertengkaran dengan DK. Namun, ketujuh tersangka lainnya YA, JS, YO, TT, AM, OP dan TM yang melihat temannya bertengkar dengan korban lalu membantu DK menghajar korban.

Di NTT, Lima Kursi di DPRD Kabupaten Kupang Ditempati Lima Caleg Perempuan

" Korban awalnya hanya terlibat pertengkaran dengan DK, namun tiba-tiba ada teman DK yang mematikan lampu di tempat acara pesta. Melihat situasi yang gelap, ketujuh teman DK langsung melakukan aksi pengeroyokan pada korban hingga menghilangkan nyawa korban," ujarnya.

Frans Gewura Berpeluang Jadi Wakil Ketua DPRD Lembata

DK, salah satu dari delapan tersangka mengaku, dirinya sempat terlibat pertengkaran dengan korban. DK tersinggung dengan perkataan korban yang mengajaknya berkelahi jika tak ingin minum.

" Awalnya saya dengan korban saja, tetapi tiba-tiba teman-teman yang lain ikut keroyok korban hingga akhirnya meninggal," akui.

Selain menggunakan tangan kosong, para tersangka menganiaya korban dengan menggunakan batu dan kayu yang dipukulkan ke bagian tubuh korban terutama bagian kepala.

Diberitakan pos Kupang sebelumnya, Matan Yongki (21) warga Kapan harus merenggang nyawa usai dikeroyok oleh delapan orang warga Besana karena dipicu main gila yang ditanggapi serius para pelaku.

Ini Kisah Gelandang Persib Bandung, Rene Mihelic saat Saat Bermain di Eropa

Awal mula kasus pengeroyokan ini bermula ketika korban mendatangi tempat pesta di rumah Zet Mateus Pay di Desa Besana. Korban lalu duduk dengan kedelapan tersangka yaitu, YA, JS, YO, TT, DK, AM, OP dan TM. Sambil menikmati pesta, korban dan para tersangka duduk minum sopi bersama.

Saat sementara minum, korban beberapa kali bermain gila. Namun hal ini ternyata menyinggung perasaan para tersangka. Karena tidak terima dengan cara korban bermain gila, akhirnya para tersangka melakukan penganiayaan hingga menyebabkan nyawa korban melayang. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved