Awas, Jangan Coba-Coba Lakukan 'Serangan Fajar' pada Pemilu 2019

Polres Sumba Timur bersama Kejaksaan Negeri Sumba Timur, dan Bawaslu Kabupaten Sumba Timur sudah membentuk Tim OTT untuk money politic.

Awas, Jangan Coba-Coba Lakukan  'Serangan Fajar' pada Pemilu 2019
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Anggota Polres Sumba Timur sedang mendengarkan arahan sebelum mengawal pendistribusian logistik Pemilu di Posko Logistik Pemilu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Pihak kepolisian dari Polres Sumba Timur membentuk Tim operasi tangkap tangan (OTT). Tim OTT tersebut untuk mengawasi terjadinya pelanggaran Pemilu tahun 2019 terhadap many politic (politik uang) atau serangan fajar.

Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT. Silalahi, SH.,MH melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Sumba Timur Iptu I Made Murja ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (15/4/2019) untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran pemilu seperti money politic (politik uang) pada Pemilu 2019,

pihak Kepolisian dari Polres Sumba Timur bersama Kejaksaan Negeri Sumba Timur, dan Bawaslu Kabupaten Sumba Timur sudah membentuk Tim OTT untuk money politic.

Sederhana, Perayaan HUT Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Ende

Kata dia, Tim OTT itu akan tersebar di seluruh wilayah Sumba Timur. Sehingga diharapkan agar tidak ada yang melakukan serangan fajar atau politik uang.

"Kita akan menyebarkan anggota yang bergerak secara acak untuk mengawasi serangan fajar atau politik uang. Jadi bagi orang-orang yang berniat jahat melakukan politik uang jangan coba-coba karena akan ditindak dengan tegas,"kata Made.

Made juga mengatakan, untuk Pemilu Tahun 2019 yang berjalan aman dan sukses khusus di Sumba Timur, sehingga dari 740 TPS yang ada, pihak Polres Sumba Timur menerjunkan kekuatan Porsonel untuk pengamanan Pemilu tahun 2019 sebanyak 390 personil, gabungan kekuatan dari masing-masing Polsek dan BKO dari Polres Sumba Timur yang tersebar di 740 TPS itu.

Made juga menjelaskan, berdasarkan ketentuan bahwa di setiap TPS sudah dilakukan pemetaan kerawanan di setiap TPS yang ada. Dari hasil pemetaan kerawan di setiap TPS di Sumba Timur yakni 495 TPS yang kurang rawan, 212 TPS dianggap rawan, dan 33 TPS di Sumba Timur sangat rawan.

"Jadi penempatan di TPS yang kurang rawan 1 anggota polisi mengawasi 4 sampai 5 TPS sedangkan Linmas masing-masing TPS 2 orang. Untuk TPS yang dianggap rawan 1 anggota mengawasi 2 sampai 3 TPS, sedangkan TPS yang sangat rawan 1 anggota mengawasi paling banyak 2 TPS,"Jelas Made.

Made juga mengatakan sedangkan BKO untuk pengamanan Pemilu dari Polda NTT sebanyak 50 orang personil. Nanti sampai di Polres akan dibagi dalam dua posko besar dimana di Lewa dan Melolo.

Untuk di Lewa, kata dia, BKO nya 5 anggota brimob dengan 5 anggota Dalmas, sementara untuk di Melolo dianggap daerah rawan sedikit karena konflik sosial adanya PT. MSM akan ditempatkan 5 anggota Dalmas, dan 10 anggota Brimob. Sedangkan sisanya BKO dari Polda itu bersama TNI akan melaksanakan patroli dalam skala besar selama dalam kegiatan Pemilu dan pasca Pemilu. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved