BREAKING NEWS: Mahasiswa di Kupang Tega Hamili Siswi SMP Anak Calon Kakak Ipar
Breaking news: mahasiswa di Kupang tega Hamili Siswi SMP Anak Calon Kakak Ipar
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Breaking news: mahasiswa di Kupang tega Hamili Siswi SMP Anak Calon Kakak Ipar
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Seorang mahasiswa di Kota Kupang, Yuven Pada Tukan (26) tega menghamili anak dari calon kakak iparnya, MET (16).
Korban merupakan anak dibawah umur dan berstatus pelajar SMP di Kabupaten Kupang. Saat ini, korban tengah hamil enam bulan.
• Dari Belu menuju Belanda: Kisah Tiga Anak NTT Sekolah Sepak Bola di Belanda
Kasus ini pun telah dilaporkan oleh ibu korban, Magdalena Manalel (37) bersama kakek korban, Daniel Neno (51) dan korban ke Polda NTT pada Sabtu (6/4/2019) lalu.
Demikian disampaikan Ketua LBH Surya NTT, E. Nita Juwita, SH., MH, usai menerima laporan dan kuasa secara hukum untuk mengkawal kasus tersebut di kantor LBH Surya NTT Jln Perintis Kemerdekaan 1 No 007, Kayu putih Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Kamis (11/4/2019) malam.
• OJK: Kekurangan Dokumen Calon Dirut dan Dirum Bank NTT Sudah Dilengkapi
"Kami sudah diberikan kuasa untuk menangani kasus ini dan surat kuasa telah ditandatangani. Tadi kami sudah kontak penyidik PPA Polda NTT, besok ibu dan kakek korban diminta untuk ke Mapolda NTT agar pelaku bisa segera ditangkap," paparnya.
Pihaknya berkomitmen untuk mendampingi dan mengkawal kasus tersebut hingga kasus.
Sementara itu, ibu korban, Magdalena Manalel (37) mengaku sangat terpukul karena anak perempuannya dihamili oleh calon suami adiknya.
Ia menjelaskan, pelaku dan adiknya yang berstatus mahasiswa di salah satu universitas swasta di Kota Kupang awalnya tinggal di kosan di wilayah Kota Kupang.
Namun, karena belum sah sebagai suami istri, pemilik kosan tidak mengizinkan mereka tinggal bersama.
• Dua Tahun Perjalanan Kasus Novel Baswedan, Ini Sejumlah Kejanggalan Yang Ditemukan
"Pelaku ini saya punya adik nona (perempuan) punya calon suami. Jadi dia tinggal dengan kami. Tapi tidak satu rumah. Mereka tinggal di rumah kosong di belakang rumah saya sudah empat tahun. Dulu mereka tinggal di kos tapi mama kosnya tidak kasih izin karet mereka belum sah (nikah)," papar Magdalena yang berprofesi sebagai petani ini.
Janda yang memiliki delapan anak ini mengetahui kehamilan anaknya karena perubahan sikap dan tingkah laku serta perubahan fisik dari anaknya.
"Saya sebagai ibu tahu bagaimana anak saya. Awalnya dia jujur kalau hamil, tapi tidak kasitahu siapa laki-laki yang kasih hamil dia," ungkapnya.
Saat ibadah syukur ulang tahun korban pada 29 Maret 2019 lalu, korban akhirnya mengaku bahwa yang menghamilinya adalah Yuven Pada Tukan.