Paulus Soliwoa: Saya Bisa Baca Isi Hati Pak Marianus
Drs. Paulus Soliwoa akan dilantik sebagai Bupati Kabupaten Ngada bersama Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ende dan Kabupaten Kupang.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Drs. Paulus Soliwoa akan dilantik sebagai Bupati Kabupaten Ngada bersama Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ende dan Kabupaten Kupang. Pelantikan akan dilangsungkan di Aula El Tari, Kota Kupang oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Minggu (7/4/2019) pukul 10.00 Wita.
Berbeda dengan Kabupaten Ende dan Kabupaten Kupang, Drs. Paulus Soliwoa yang sebelumnya menjabat wakil Bupati Ngada periode 2016-2021, akan dilantik menjadi Bupati Kabupaten Ngada demi mengisi sisa jabatan yang ditinggalkan pasangannya Marianus Sae.
Ditemui usai gladi resik di Aula El Tari, Sabtu (6/4/2019), Paulus mengatakan, sudah menjadi tugasnya untuk melanjutkan program yang sudah dibuat paket Mulus (Marianus-Paulus) yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Ngada 2016-2021. "Kami kan berjalan dari 2010-2015 dan 2016-2021," ungkapnya.
• Tiga Jurus Versi Jusuf Kalla jika Ingin Indonesia Maju
Ada empat program strategis, katanya, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Juga dengan tambahan tiga prioritas utama yakni jalan, listrik dan air.
"Saya akan melanjutkan sampai dengan masa jabatan berakhir," tegasnya.
Ia mengatakan selama ini, dirinya selalu menjalin komunikasi intens dengan Marianus Sae.
"Kami selalu berdiskusi sampai dengan sekarang. Kami selalu berdiskusi untuk kita pertahankan apa yang sudah kita letakkan," tandasnya.
• Seorang WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tewas saat Proses Pembebasan di Filipina Selatan
Dia menjelaskan tekad mempertahankan semua keberhasilan dan memperbaiki yang masih kurang selalu menjadi hal yang seringkali dibahas oleh keduanya.
"Itu harapan-harapan yang biar Pak Marianus tidak sampaikan tapi saya baca isi hatinya karena kita bersama selama tujuh tahun. Jadi tidak perlu dia sampaikan tapi ikatan emosional kami berdua itu sudah menyatu. Saya sudah tahu. Jatuh bangun kami berdua membangun Ngada," katanya.
Baginya, dedikasi, pengabdian dan pikiran Marianus Sae tetap ada di bumi Kabupaten Ngada tercinta ini. Hal ini jugalah yang selalu ia sampaikan kepada para staf dan meminta mereka menyelesaikan program-program yang sudah berjalan.
Dia menyebutkan sekitar 20-30 persen wilayah yang belum diterangi listrik. Akan tetapi, lanjutnya, pihaknya sudah meminta agar dana desa juga dimanfaatkan untuk pemasangan instalasi listrik dari rumah ke rumah.
Dari dana APBD II, pemerintah juga memasang instalasi listrik bagi keluarga yang tidak mampu secara gratis. Bukan hanya itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan solar cell bagi masyarakat yang tidak terjangkau PLN.
"Informasi terakhir untuk perumahan kita dapat 270 rumah pemasangan solar cell lalu 100 lebih itu untuk penerangan jalan umum," paparnya.
Ia memastikan ke depannya tidak akan ada lagi wilayah yang gelap gulita karena tidak ada aliran listrik. Sebab, katanya, pemerintah punya tugas dan tanggungjawab memastikan semua rumah diterangi listrik.
Terkait hal ini, ia bersyukur karena sumber energi sangat tersedia di Kabupaten Ngada. Sekarang tinggal bagaimana PLN memanfaatkan sumber yang ada. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)