Kadis P3A TTS Sebut Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Terus Naik

Kadis P3A TTS Sebut Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Terus Naik

Kadis P3A TTS Sebut Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Terus Naik
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kadis P3A Kabupaten TTS, Dominggus Banunek, saat kegiatan advokasi peningkatan kualitas keluarga, Senin (25/3/2019) di aula Hotel Timor Megah 

Kadis P3A TTS Sebut Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Terus Naik

POS-KUPANG.COM | SOE - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS, Dominggus Banunek, menyebut angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten TTS terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 46 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Kabupaten TTS. Pada tahun 2018 angka ini naik hampir 100 persen menjadi 71 kasus. Dan di awal tahun 2019 hingga 25 Maret angkanya mencapai 42 kasus.

Sikapi Laporan Masyarakat, Tim dari Kejaksaan Negeri Ngada Periksa Pekerjaan Fisik Proyek

"Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan ketahanan keluarga di kabupaten TTS masih rendah. Pasalnya, mayoritas pelaku tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah orang dekat korban. Sedangkan kasus dengan pelaku orang luar atau bukan keluarga hanya 5 persen. Oleh sebab itu kedepan perlu dilakukan program peningkatan kualitas ketahanan keluarga untuk menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten TTS," ungkap Banunaek dalam kegiatan advokasi peningkatan kualitas keluarga, Senin (25/3/2019) di aula Hotel Timor Megah.

Bupati Manggarai Timur Keluarkan 9 Instruksi Saat Apel ASN di Borong

Terkait data keadaan kualitas ketahanan keluarga di Kabupaten TTS, Banunaek mengaku, data tersebut memang belum dimiliki pihaknya.

Ia menyebut, program peningkatan kualitas ketahanan keluarga sebagai suatu program yaang baru diluncurkan dan untuk Kabupaten TTS sendiri pun baru pertama kali digelar dan digelar oleh Dinas P3A Kabupaten TTS.

"Data riil di lapangan memang kita belum punya. Namun sebagian nilai-nilai yang terkandung dalam program ketahanan keluarga sendiri sudah kita laksanakan. Ke depan, sosialisasi terkait Peningkatan Kualitas ketahanan keluarga akan kita sosialisasi sampai ke tingkat RT/RW sehingga bisa menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus ketahanan keluarga menjadi meningkat," sebutnya.

Plt. Kepala Dinas P3A Propinsi NTT, Idda Yuni Astuti, SH., m.Hum saat dikonfirmasi POS- KUPANG.COM melalui Kasi Peningkatan Kualitas Keluarga, Ivone Patrisia Paa mengatakan, kegiatan advokasi peningkatan kualitas ketahanan keluarga sendiri merupakan suatu program yang baru.

Program ini sendiri bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas yaitu, keluarga sehat, maju, mandiri, sejahtera, hidup selaras, serasi serta seimbang dalam lingkungan yang sehat.

Selain itu, melalui sosialisasi program ini dimaksudkan untuk menjalin koordinasi dengan pemangku kebijakan di tingkat kabupaten guna mewujudkan ketahanan keluarga di Provinsi NTT.

"Kita ingin meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di propinsi NTT,oleh sebab itu butuh sinergitas program antara provinsi dan kabupaten. Kita berharap, dengan jalinan koordinasi yang baik Pemda Kabupaten juga bisa ikut menyukseskan program ini," pintanya.

Untuk diketahui kegiatan advokasi peningkatan kualitas ketahanan keluarga yang digelar oleh Dinas P3A Propinsi NTT dihadiri oleh perwakilan OPD lingkup Pemkab TTS.

Kegiatan advokasi sendiri akan berlangsung selama dua hari, 25 dan 26 Maret mendatang di Hotel Timor Megah. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved