Butuh Waktu 34 Tahun Indonesia Bisa Memiliki MRT

Setidaknya, butuh waktu 34 tahun untuk Indonesia bisa memiliki Moda Raya Terpadu ( MRT )

Butuh Waktu 34 Tahun Indonesia Bisa Memiliki MRT
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Presiden Joko Widodo (tengah kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah kanan) serta pejabat terkait menekan tombol saat meresmikan MRT Jakarta, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). 

Setidaknya, butuh waktu 34 tahun untuk Indonesia bisa memiliki Moda Raya Terpadu ( MRT )

POS-KUPANG.COM - Penantian warga Jakarta untuk mempunyai moda transportasi yang modern akhirnya terwujud. Tepat pada 24 Maret 2019 Moda Raya Terpadu ( MRT ) akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Bukan waktu yang singkat untuk warga Jakarta bisa memiliki moda transportasi yang bisa dibanggakan seperti MRT. Setidaknya, butuh waktu 34 tahun untuk Indonesia bisa memiliki MRT.

Alumni SMAN 2 Tahun 1997 Bantu Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

Ide pembangunan MRT sudah tercetus sejak 1985 lalu. Saat itu kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT ), BJ Habibie mencetuskan usulan tersebut. Setidaknya ada empat studi yang dilakukan Habibie untuk merencanakan pembangunan MRT.

Mulai Jakarta Urban Transport Program (1986-1987), Integrated Transport System Improvement by Railway and Feeder Service (1988-1989), Transport Network Planning and Regulation (1989-1992), hingga Jakarta Mass Transit System Study (1989-1992).

Siswa SMAN I Mauponggo Ikut Kegiatan Kerohanian Menjelang UNBK

Selang lima tahun, akhirnya studi yang dilakukan pria yang menjadi presiden RI ke-3 itu ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu Sutiyoso.

Selama 10 tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Ibu Kota itu, Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso membuat dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Namun, baru pada era kepemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencana pembangunan MRT dijadikan proyek nasional.

Berangkat dari kejelasan tersebut, akhirnya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai bergerak dan saling berbagi tanggung jawab.

Pada 28 November 2006 penandatanganan persetujuan pembiayaan Proyek MRT Jakarta dilakukan oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusuf Anwar.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved