Pote Leba Minta Ingatkan Mahasiswa Unkriswina Waspada Pangan Berbahaya

Anggota Komisi IX DPR RI Drs. Julianus Pote Leba, M.S mengingatkan civitas akademika Universitas Kriswina Sumba agar waspada terhadap pangan berbahaya

Pote Leba Minta Ingatkan Mahasiswa Unkriswina Waspada Pangan  Berbahaya
istimewa
Julianus Pote Leba 

Pote Leba Ingatkan Mahasiswa Unkriswina Waspada Pangan  Berbahaya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU- Pihak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang juga sebagai Mitra Kerja Komisi IX DPR RI melakukan sosialisasi di Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, Jumat (22/3/2019).

Dalam kegiatan sosialisasi yang diusung dengan Tema 'Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengawasan di Bidang Obat dan Makanan' di buka oleh Rektor Unkriswina Sumba Pdt. Norlina Rambu Jola Kalunga, S.Si (Teol),M.Si.

Sebagai Pemateri Anggota Komisi IX DPR RI Drs. Julianus Pote Leba, M.Si, Kasubdit Registrasi Pangan Olahan Resiko Tinggi BPOM Siti Elyani, Kepala Balai Besar POM Kupang dan hadir dalam mengikuti kegiatan sosialisasi itu para mahasiswa dan sejumlah Dosen.

Pote Leba Minta Masyarakat Jeli Melihat Produk Pangan Yang Dijual Bebas

Anggota Komisi IX DPR RI Drs.Julianus Pote Leba, M.Si, dalam rilisnya yang dikirim melalui pesan WatsApp, Sabtu (23/3/2019) berpesan kepada para mahasiswa agar berhati-hati terhadap produk pangan yang dijual secara bebas dan menggunakan bahan berbahaya seperti boraks dan formalin serta zat pewarna.

Kasubdit Registrasi Pangan Olahan Resiko Tinggi BPOM Siti Elyani dalam sosialisasi itu juga menjelaskan tentang fungsi dan tugas BPOM kepada para mahasiswa.

Kata Siti, fungsi dan tugas BPOM yakni melakukan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk terapetik, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain, obat tradisional, kosmetika, produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya.

Ibu PKK dan Karang Taruna di Belu Diajar Buat Ikan Nipi Asap

Kepala Balai Besar POM Kupang juga meminta kepada mahasiswa agar jeli mengenali penggolongan obat bebas dan bebas terbatas. Bila digunakan dengan benar maka tidak berbahaya dan mengkhawatirkan, serta aman dikonsumsi yang ditandai dengan lingkaran hijau. Sementara obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter dan disertai dengan tanda peringatan dan ditandai pula dengan lingkaran biru.(*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved