Tahun Ini Lomba Paralayang Indonesia di Pantai Wade, Disbudpar Lembata Koordinasi IO di Jakarta

Tahun Ini lomba paralayang Indonesia di Pantai Wade, Disbudpar Lembata Koordinasi IO di Jakarta

Tahun Ini Lomba Paralayang Indonesia di Pantai Wade, Disbudpar Lembata Koordinasi IO di Jakarta
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lembata, Apol Mayan 

Tahun Ini lomba paralayang Indonesia di Pantai Wade, Disbudpar Lembata Koordinasi IO di Jakarta

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lembata, Apol Mayan, kini sedang berkoordinasi dengan Ivent Organizer (IO) di Jakarta terkait penyelenggaraan lomba paralayang Indonesia di Pantai Wade dalam tahun 2019 ini.

"Sekarang ini saya sedang berkoordinasi dengan IO di Jakarta untuk penyelenggaraan lomba paralayang itu. Kami akan upayakan supaya dalam tahun ini, lomba itu diselenggarakan di Lembata," ujar Apol ketika dihubungi POS- KUPANG.COM di Lewoleba, Kamis (14/3/2019) malam.

Jalan Nasional di Manggarai Barat Rusak, Ekspedisi Pindah ke Pelabuhan Ende

Dikatakannya, pada Festival 3 Gunung di Lembata akhir September 2018 lalu, manajemen paralayang Indonesia datang ke Lembata. Saat itu, bukan hanya "pejabat" paralayang yang datang, tetapi juga sejumlah anggota. Bahkan mereka juga turut ambil bagian dalam memeriahkan ivent akbar Festival 3 Gunung tersebut.

Kala itu, kenang Apol, manajemen paralayang itu sempat melakukan survei ke Wade. Saat tiba di tempat itu mereka terkagum-kagum menyaksikan panorama alam yang demikian menakjubkan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT akan Rekrut Pengawas untuk Kabupaten Belu dan Malaka

Bahkan, lanjut dia, mereka sempat melakukan ujicoba terbang dan mendarat di tempat itu. Sejak ujicoba terbang itulah timbul niat untuk menyelenggarakan lomba paralayang di Lembata. Pasalnya ada sejumlah lokasi di daerah ini yang sangat cocok untuk aksi paralayang.

"Di Lembata ini ada banyak spot yang cocok untuk paralayang. Pertama di Bukit Cinta di Waijarang. Berikutnya di Pantai Wade, Kecamatan Lebatukan. Ada juga lokasi yang luar biasa untuk kegiatan paralayang, yakni di Gunung Ile Ape. Itu satu dua contoh destinasi wisata yang sangat sensasional untuk paralayang," ungkap Apol.

Melihat potensi itu, lanjut Apol, maka sejak Festival 3 Gunung itu dilaksanakan, pihaknya langsung menjalin relasi dengan manajemen paralayang, sambil menawarkan beberapa kegiatan yang mungkin cocok untuk aktivitas paralayang tersebut. Salah satunya, adalah menjadi tuan rumah lomba paralayang Indonesia tahun 2019 ini.

Tawaran itu, ungkap Apol, disambut dengan sangat baik oleh manajemen paralayang Indonesia. Untuk itulah kini ia terus berkoordinasi dengan IO di Jakarta terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut. Pihaknya berusaha agar agenda akbar itu nantinya dapat terlaksana seperti yang diharapkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved