Berita Kota Kupang

KPU RI Didesak Lakukan Investigasi Proses Seleksi Calon Anggota KPU Alor

dirinya banyak menemukan sejumlah kejanggalan, karena itu KPU RI diminta segera melakukan investigasi.

KPU RI Didesak Lakukan Investigasi Proses Seleksi Calon Anggota KPU Alor
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Suasana Kantor KPU NTT, Minggu (18/2/2018) 

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Didesak segera melakukan investigasi terhadap proses seleksi calon anggota KPU Kabupaten Alor. Seleksi ini diduga tidak transparan selain ada indikasi percaloan.

‎Hal ini disampaikan salah satu peserta seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Alor, Febriano Christian Blegur, S.Sos, M.Si, Rabu (23/1/2019).

Menurut Febriano, dalam proses seleksi akhir tahun lalu, dirinya banyak menemukan sejumlah kejanggalan, karena itu KPU RI diminta segera melakukan investigasi.

"Kami minta KPU RI untuk lakukan investigasi, karena proses seleksi ini diduga ada percaloan. Sedangkan di sisi lain, proses seleksi juga tidak transparan,," kata Febri sapaan Febriano.

Dia mencontohkan kasus komunikasi antara oknum-oknum tertentu dengan Tim seleksi (Timsel).

"Kami temukan ada komunikasi lewat WhatsApp yang seperti ada dugaan loby. Kami ada bukti percakapan lewat WhatsApp," katanya.

Dia mengatakan, seleksi calon Anggota KPU Kabupaten Alor diduga bermasalah. Masalah yang dihadapi selain ketidaktransparanan dari timsel,juga kuat dugaan ada praktek percaloan.

Waspada DBD Semua Puskesmas di Kota Kupang Buka Posko 24 Jam

Niat Menolong Sang Adik Belum Kesampaian, Bocah Yoseph Stefandri Sura Tewas Terseret Banjir

Program Dokter Kecil Menumbuhkan Perilaku Hidup Bersih

Kadis PKPO Kabupaten Malaka, Petrus Bria Seran: Sekolah Wajib Tanam Pisang, Sirih dan Pinang

"Seleksi juga saya rasa tidak seperti seleksi untuk menjadi penyelenggara pemilu. karena ketika tahapan seleksi wawancara, saya tidak pernah ditanya soal pemilu atau kepemiluan. Saya heran,mau dibawa kemana lembaga penyelenggara Pemilu ini,‎kalau proses rekruitmennya seperti ini," tanya Febri.

Lebih lanjut dikatakan, selain model seleksi itu, timsel juga tidak pernah mengumumkan hasil seleksi tiap tahapan.

Hal ini, lanjutnya, bertentangan dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2018 pasal 22 ayat 6 dan 7 yakni Timsel tidak mengumumkan Hasil Tes ,Pisikologis Bahkan, timsel juga tidak mempedomani Asas seleksi anggota KPU Kabupaten/Kota Sepeti yang di atur dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2018 pasal 2 . Padahal Tes CAT merupakan indikator obyektif untuk mengukur pemahaman peserta tentang, Pancasila ,UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI,BhinekaTunggal Ika,Ketatanegaraan, Kepemiluan, Kepartaian dan Lembaga Penyelenggara Pemilu.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta KPU RI segera melakukan seleksi lanjutan terhadap calon anggota KPU NTT. Tahapan yang harus dilakukan KPU RI adalah fit and proper test.

Protes Bayar Kelebihan Bagasi, Calon Penumpang WingsAir OS Ngamuk dan Tenteng Senjata Tajam

Kondisi Pekerja Seks Karang Dempel Saat Ini, dari Bayar Sewa Kamar Hingga Makan Minum

Viktor menyampaikan hal ini usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD NTT, Selasa (22/1/2019).

Menurut Viktor, dirinya sudah meminta Sekda NTT agar segera melakukan koordinasi dengan KPU RI untuk percepatan proses seleksi anggota KPU NTT.

Terkait ada dugaan masalah , ia mengatakan, persoalan saat seleksi itu kewenangan di pansel atau tim seleksi.
Karena itu, la mengharapkan kedepan proses perekrutan Calon Anggota KPU NTT tidak lagi bermasalah.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved