Berita NTT

VIDEO: Tumpukan Limbah B3 di RSU Prof. WZ Johannes Kupang

Tumpukan limbah B3 ini sudah ada sejak tahun lalu. Tumpukan itu ada di sekitar ruangan Poli Anak dan Kebidanan.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd memantau secara mendadak limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) di kompleks RSU Prof. Dr. WZ.Johannes Kupang. Pemantauan ini menyusul sudah menumpuknya limbah medis yang berbahaya di rumah sakit ini.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (11/1/2019), Beni, sapaan Benyamin Lola, hadir di rumah sakit ini didampingi Kepala Seksi Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Frans Tola.

Pemantauan limbah ini hanya sekitar 5-15 menit. Tumpukan limbah B3 ini sudah ada sejak tahun lalu. Tumpukan itu ada di sekitar ruangan Poli Anak dan Kebidanan.

Limbah-limbah itu disusun agak rapi. Nampak seperti di simpan dalam dos-dos‎. Ada yang diisi dalam karung bekas dan juga kantong plastik. Ada yang ditutup dengan tenda berwarna biru dan ada yang tidak ditutup. Di lokasi itu ada dua tumpukan limbah. Ada papan larangan masuk ke tumpukan limbah itu.

Pemda Belu Hibahkan Tanah untuk Pertamina, Bupati Willy Lay Ungkap Pernah Digugat

Intip Ramalan Zodiak Sabtu 12 Januari 2019, Aries Bakalan Sibuk. Zodiak Lain?

Bupati Manggarai Deno Tantang Pihak yang Punya Bukti Gratifikasi Hibah Tanah ke Pertamina

Usai memantau, Kadis Beni Lola dan Frans Tola menemui Wadir Pelayanan RSU. Prof. WZ. Johannes Kupang, dr. Minah Sukri, MARS untuk menyampaikan soal kehadiran mereka memantau limbah di rumah sakit itu.

Hanya beberapa menit saja di ruang Minah Sukri. Sat itu, Beni Lola mengatakan, persoalan limbah itu sudah menjadi perhatian, bahkan Pemprov NTT sudah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI soal pembakaran atau penghancuran limbah itu, namun belum ada jawaban.

Selengkapnya, simak video. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved