Berita Kabupaten TTS

Serang Manusia, Tim BBKSDA NTT Amankan Dua Ekor Buaya di Desa Oni

usai tiba di lokasi kejadian insiden serangan buaya terhadap manusia, timnya langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pihak kepolisian.

Serang Manusia, Tim BBKSDA NTT Amankan Dua Ekor Buaya di Desa Oni
FB BBKSDA Propinsi NTT
Tim BBKSDA sedang menunjukan seekor buaya betina yang berhasil ditangkap di Desa Oni, Kecamatan Kualin

POS-KUPANG.COM|SOE -– Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Propinsi NTT yang turun ke Desa Oni, Kecamatan Kualin pasca serangan buaya yang menewaskan Kristian Rame ( 12) pada Jumat ( 14 / 12 / 2018) lalu, berhasil mengamankan dua ekor buaya. Selain mengamanankan buaya jantan yang menyerang korban, tim juga berhasil menangkap buaya betina lainnya di dekat kolam Oematan.

Hal ini diungkapkan koordinator tim unit penanganan satwa UPS BBKSDA Propinsi NTT, Dadang melalui pesang Whatsapp, Senin ( 17/12/2018) pagi.

Dadang mengatakan, usai tiba di lokasi kejadian insiden serangan buaya terhadap manusia, timnya langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat dan pihak kepolisian.

Wagub NTT: Bukan Kerajinan Tangan Tapi Kekayaan Intelektual Nenek Moyang. Intip Deretan Fotonya

BMKG Berikan Peringatan Dini Agar Mewaspadai Tiga Perairan Ini

BREAKING NEWS: Nelayan Hewa Hilang di Perairan Pantai Rako Wulanggitang

Dari hasil koordinasi dengan masyarakat setempat, diduga masih ada buaya lainnya selain buaya jantan yang menyerang korban. Setelah dilakukan pengusiran, tim berhasil mengamankan seorang buaya betina dengan panjang 232 Cm tak jauh dari lokasi buaya jantan yang sudah ditangkap lebih dahulu oleh masyarakat.

" Setelah kita tiba, masyarakat informasikan jika mereka curiga bukan hanya ada satu buaya di kolam Oematan itu. Sehingga kita lakukan pengusiran dan berhasil menangkap satu ekor lagi buaya betina," ungkap Dadang.

Usai ditangkap, kedua buaya lalu diangkut menggunakan mobil tim BBKSDA Propinsi NTT guna dibawa ke kandang penampungan BBKSDA Propinsi NTT di Kupang. Sebelum dinaikan ke mobil, kedua ekor buaya tersebut diikat mulut dan kakinya sehingga tidak bisa bergerak.

Biasanya ke Pasar Ditemani Mama, Sekarang Muzdalifah Belanja Dikawal Brondong. Bikin Pangling Loh

Dikenal Kaya Raya, Inilah Deretan Sumber Uang Keluarga Dita Soedarjo

Pria Ini Lepas Tembakan, Gara Gara Tidak Mau Diingatkan Polisi Soal Aturan Lalin

Dadang menghimbau kepada masyarakat yang tingg didekat kolam Oematan dan Muara suara untuk tidak beraktifitas di perairan dalam kondisi gelap. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak berjalan sendiri saat melintasi daerah yang diketahui terdapat buaya. Jika mengetahui adanya insiden serangan buaya terhadap manusia segera laporkan kepada BBKSDA.

" Jang beraktivitas di lokasi yang diketahui terdapat buaya jika kondisi sudah gelap karena akan sangat rawan untuk terjadi serangan buaya. Selain itu, jika beraktivitas di lokasi yang terdapat buaya, tidak boleh sendiri, harus minimal dua tiga orang. Untuk mengantisipasi jika terjadi serangan buaya," imbaunya.

Anda Perlu Waspada! Ternyata Mencium Kaus Kaki Usai Dipakai Bisa Menyebabkan Penyakit Ini

Bidan Desa Ini Ungkap Kelakuan Bejat Ayah Kandung. Begini Kisahnya

Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig Bilang Begini Tentang Valentino Rossi. Bikin Haru!

Diberitakan pos kupang sebelumnya, aksi heroik Karel Rame, warga Desa Oni, Kecamatan Kualin untuk menyelamatkan sang anak, Kristian Rame (12) dari mulut buaya gagal. Karel kalah tenaga dari buaya yang mengigit kaki anaknya dan menyeret korban masuk ke dalam kolam Oematan. Korban akhirnya ditemukan tewas di kolam Oematan setelah warga dibantu aparat Polsek Kualin berhasil menjerat buaya tersebut. ‎(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota)‎

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved