Editorial Pos Kupang

Manfaatkan Rotiklot dan Raknamo Sambil Berkaca pada Bendungan Tilong

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang mulai diisi air pada 9 Januari 2018. Pengisian air kala itu dilakukan sendiri oleh Presiden Joko Widodo

Manfaatkan Rotiklot dan Raknamo Sambil Berkaca pada Bendungan Tilong
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bendungan Rotiklot yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu, Provinsi NT 

POS-KUPANG.COM - Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak lama lagi segera menikmati manfaat dua proyek strategis nasional yang dibangun pemerintah pusat yaitu Bendungan Raknamo dan Rotiklot. Kedua waduk tersebut telah diresmikan yang ditandai dengan pengisian air baku.

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang mulai diisi air pada 9 Januari 2018. Pengisian air kala itu dilakukan sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Dan, dua hari lalu, tanggal 13 Desember 2018, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Peresmian ditandai pengisian awal (impounding) air ke Bendungan Rotiklot. Hadir saat itu Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan. Mereka bersama-sama menekan tombol sirene dan air pun mengalir masuk ke dalam bendungan. Selanjutnya penandatangan prasasti oleh Hari Suprayogi.

Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 15 Desember 2018, Aquarius Batasi Pengeluaran, Aries Bersantai

Drakor Clean With Passion For Now Rating Tertinggi di Episode 1, Malam ini Episode 2 Tayang

Intip Yuk Deretan Pemenang MAMA 2018 Hong Kong. BTS Raih Penghargaan Tertinggi!

Peresmian itu merupakan bakar gembira dan kita patut berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sungguh memenuhi janjinya. Pertanyaan lanjutan yang sangat krusial adalah bagaimana agenda aksi pemerintah daerah serta kesiapan masyarakat sekitar bendungan menyambut air yang berlimpah ruah itu.

Mari kita berkaca pada niat mulia pembangunan Bendungan Tilong di Kabupaten Kupang belasan tahun lalu. Satu di antara manfaat yang bisa diperoleh dari Bendungan Tilong adalah mengentaskan krisis air yang selama bertahun-tahun mendera warga Kota Kupang dan sekitarnya. Namun, apa yang terjadi kita semua tahu pasti.

Sampai hari ini belum kesampaian juga. Pemimpin berganti tapi krisis air masih saja terjadi. Air yang begitu berlimpah dari Bendungan Tilong hanya untuk pertanian semata karena tata kelolanya yang belum sinkron. Apa yang disebut manfaat bendungan hanya manis di bibir. Faktanya Kota Kupang tetap krisis air dan harga air pun semakin mahal dari tahun ke tahun. Janji kerja sama Pemerintah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang sampai hari ini belum ada kejelasannya.

Jangan sampai Bendungan Raknamo dan Rotiklot jatuh pada persoalan yang sama. Setelah bendungan itu penuh air dan mulai dialirkan, air hanya mengalir sampai jauh. Tidak ada gunanya sama sekali untuk irigasi pertanian dan air baku bagi kebutuhan masyarakat sekitar.

Kita tagih agenda aksi Pemerintah Kabupaten Belu dan Kabupaten Kupang yang kebagian dua proyek strategis tersebut. Aksinya harus konkret agar bendungan yang dibangun negara dengan dana sangat besar itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat kita yang selama ini miskin.

Jujur harus dikatakan bahwa sejauh ini kita belum melihat gelagat menggembirakan soal kiat menyiapkan masyarakat menyambut kehadiran Bendungan Raknamo dan Rotiklot. Air tidak ada kita menjerit dan berteriak. Giliran air berlimpah, kita malah bingung harus buat apa.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved