Berita Kabupate Sumba Timur

Saat Para Petugas Menata Perpustakaan di Sembilan Belas SD di Sumba Barat. Yuk Intip!

Sebanyak 19 unit Perpustakaan di 19 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat yang awalnya tidak berfungsi

Saat Para Petugas Menata Perpustakaan di Sembilan Belas SD di Sumba Barat. Yuk Intip!
ISTIMEWS
Yakobus Umbu Dagha sedang melakukan pendampingan menata perpustakaan ramah anak di SDI Conga Tana. 

 Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK--Sebanyak 19 unit Perpustakaan di Sembilan belas sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat yang awalnya tidak berfungsi dengan baik, kini berfungsi kembali dengan baik dan berubah wajah menjadi elok dan menarik yang ramah terhadap anak siswa.

Baca: Wah! Ternyata Angel Lelga Sudah Sering Berurusan dengan Polisi. Lihat Datanya

Baca: Host Andhika Pratama Bilang Begini Setelah Bertemu Lisa Blackpink

Baca: Satu Kebohongan Vicky Prasetyo yang Terungkap

Distrik Fasilitator (DF) INOVASI Sumba Barat Pansbert Bunga kepada POS-KUPANG. COM, Rabu (21/11/2018) mengatakan berdasarkan hasil pemetaan awal dan eksplorasi lapangan yang dilakukan oleh Fasilitator Daerah (Fasda) dan DF INOVASI, perpustakaan di sembilan belas SD di Tana Righu yang merupakan mitra INOVASI kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Australia Governance tidak berfungsi dengan baik bahakan ada ruang perpustakaan diahlifungsikan menjadi ruang kelas, atau pun ruang guru.

Selain itu, buku yang ada di perpustakaan banyak yang tidak sesuai dengan jenjang dan kemampuan anak serta tidak ramah anak, bahakan ada yang rusak bukan karena dibaca namun karena sudah lama tidak digunakan.

Pansbert mengatakan melihat latar belakang tersebut INOVASI bersama para Fasda INOVASI mencetus ide sendiri untuk mendiskusikan masalah tersebut bersama pengawas dan Kepsek dari sembilan belas sekolah itu.

Yakobus Umbu Dagha sedang melakukan pendampingan menata perpustakaan ramah anak di SDI Conga Tana.
Para guru sedang mengklasifikasi buku sesuai jenjang kelas di SDN Gollu Kalogho, Kecamatan Tana Righu Kabupaten Sumba Barat (Istimewa)

Melalui ide yang dicetus itu, Kata Pansbert, mereka melakukan kegiatan Lokakarya selama sehari yang bertempat di Hotel Pelita Waikabubak yang dihadiri para pengawas sekolah beserta Kepsek dan guru senior dari SD masing-masing.

Materi yang dibahas dalam Lokakarya itu pun sangat menarik sebab dikembangkan sendiri bersama Fasda baik itu lewat Internet dan juga kolaborasi dengan materi bagaimana mengembangkan Perpustakaan yang ramah anak dari YLAI yang juga merupakan Mitra INOVASI.

Baca: BMKG Predeksi Siang Hari Terjadi Hujan Ringan di Lima Wilayah di Sumba Timur

Baca: Ditikam Dibagian Dada, Fredik Boimau Asal TTS NTT Tewas

Baca: Pelanggaran Lalin Terbanyak Osis Smater Program SIM Pelajar

Baca: Pengacara Farhat Abbas Dampingi Angel Lelga Hadapi Suami

"Dalam Lokakarya itu kita bagikan peran untuk fasilitasi yakni ada yang bertugas sebagai pembawa materi, dan lainya sebagai fasilitator meja. Lokakarya ini juga dilakukan sama dengan sebelumnya dimana ada metode curah pendapat, diskusi kelompok, presentasi Simulasi, dan penguatan,"jelas Pansbert.

Pansbert mengatakan, selain itu dalam Lokakarya itu juga dilakukan simulasi dimana ratusan buku yang dipinjam dari SDM Waikabubak untuk disimulasikan oleh Kepsek dan guru senior sehingga kembali ke sekolah masing-masing untuk dapat memilah-milah buku sesuai dengan jenjang kelas dan kemampuan anak untuk di tempatkan di perpustakaan maupun di pojok-pojok baca yang ada di kelas.

Yakobus Umbu Dagha sedang melakukan pendampingan menata perpustakaan ramah anak di SDI Conga Tana.
Yakobus Umbu Dagha sedang melakukan pendampingan menata perpustakaan ramah anak di SDI Conga Tana. (POS KUPANG/ROBERT ROPO)

Pansbert juga mengatakan, saat ini pendampingan telah dilaksanakan oleh para Fasda di semua sekolah tersebut. Pendampingan itu Fasda bersama Kepsek dan para guru menata perpustakaanya dan memilah buku-buku sesuai jenjang kelas dan kemampuan anak.

"Hasil dari pendampingan itu pun sudah terlihat ada perubahan yang cukup signifikan di masing-masing sekolah dimana wajah Perpustakaan dirubah menjadi menjadi bagus dan elok dan buku-buku juga dipilah dan diitata sesuai jenjang kelas dan kemampuan anak sehingga menumbuhkan minat baca siswa dan perpustakaan itu pun cukup ramah anak,"pungkas Pansbert.

Baca: Jurusan Teknik Elektro PNK Gelar Yudisium Bagi 143 Mahasiswa.

Baca: Presiden Donald Trump Berada di Bawah Tekanan Sebelum Rilis Laporan Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Baca: Forum Anak Desa Kelle Bentuk Kandidat Orang Gila. Kok Bisa?

Baca: Pengurusan Plat Nomor di Kantor Samsat Masih Menggunakan Jasa Orang Dalam

Guru Pengawas Kecamatan Tana Righu Yakobus Umbu Dagha kepada POS-KUPANG. COM juga mengaku kegiatan itu sangat memotifasi mereka bersama Kepsek dan para guru.

"melalui kegiatan ini sangat menyadarkan kami bahwa perpustakaan ini sangat penting bagi anak-anak.Jadi lewat perpustakaan ramah anak ini, anak-anak semakin sadar dan punya minat baca tinggi,"kata Yakobus.

Yakobus juga menyampaikan terima kasih kepada DF dan Fasda INOVASI yang telah membantu mereka dalam mendidik para siswa di sembilan belas SD tersebut. (*)


Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved