Berita Kabupaten Sikka Terkini

TPDI NTT: Kades di Sikka Diduga Ikut Nikmati Keuntungan dari Ulah Pejabat PMD Sikka

TPDI NTT, menduga oknum kades di Sikka ikut menikmati kasus penyalahgunaan oknum pejabat PMD Sikka

TPDI NTT: Kades di Sikka Diduga Ikut Nikmati Keuntungan dari Ulah Pejabat PMD Sikka
Dokumen Meridian untuk POS-KUPANG.COM
Koordinator TPDI-NTT, Meridian Dewanta Dado 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT, Meridian Dewanta Dado, S.H, menduga oknum kepala desa (Kades) di Kabupaten Sikka, terlibat dalam kasus dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oknum pejabat di Dinas Pemerintahan Desa (PMD) Sikka.

"Kami menduga kuat oknum Kades itu ikut bekerja sama dengan oknum pejabat PMD Sikka menilep Anggaran Dana Desa (ADD)," kata Dado, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (15/11/2018) malam.

Menurut Dado, langkah yang dilakukan oknum Kades adalah menggelembungkan harga pembelian barang-barang inventaris desa melalui oknum pejabat PMD Sikka. Selisih harga pembelian itulah yang diduga masuk ke kantong pribadi.

Baca: 50 Pelaku UKM Ambil Bagian Dalam Kupang TTI Expo 2018

"Omong kosong kalau oknum-oknum kades yang mengaku tertipu oleh ulah oknum pejabat PMD Sikka," tandas Dado.

Dado mendapat informasi valid bahwa para oknum Kades terindikasi kuat memanipulasi harga pembelian pada kwitansi yang tersimpan di masing-masing desanya.

Baca: Suster Yosephina Berharap Kebijakan Moratorium TKI Diterapkan Sampai ke Desa-desa

Faktanya, pembelian barang-barang yang sesungguhnya lebih murah dari harga yang tertera pada kwitansi-kwitansi fiktif itu.

"Kejari Maumere mempercepat proses hukum sehingga modus perampokan ADD di Sikka bisa diungkap ke publik," ujar Dado.

Kejaksaan Negeri Maumere sedang menyidik dugaan penyalahgunaan jabatan oknum pejabat di Dinas PMD Sikka. Memiliki peran strategis dalam pengelolaan ADD, oknum pejabat itu mengarahkan pembelian barang invetaris desa 2016-2017 melalui perusahaan milik istrinya. Namun sampai kini, baran dibeli tak kunjung diserahkan kepada desa. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved