Berita Sumba Barat Terkini

SMA Karanu Sumba Barat Peduli Gempa Palu dan Donggala

Guru dan siswa SMA Karanu, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menggelar kegiatan sosial peduli gempa Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

SMA Karanu Sumba Barat Peduli Gempa Palu dan Donggala
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Empat siswi SMA Karanu Waikabubak, Sumba Barat, memegang kotak peduli gempa Palu dan Donggala pada acara peringatan hari aksara internasional ke-53 tingkat Provinsi NTT di lapangan Manda Elu Sumba Barat, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Guru dan siswa siswi SMA Karanu, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, menggelar kegiatan sosial peduli gempa Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Aksi itu dilakukan untuk membantu meringankan beban rakyat akibat tertimpa bencana gempa bumi, belum lama ini.

Para siswi membawa kotak amal peduli gempa Palu dan Donggala tersebut pada acara peringatan hari aksara internasional di Lapangan Manda Elu, Sumba Barat, Rabu (10/10/2018).

Baca: Lampu di Pelra Waingapu Tidak Menyala

Besaran harapan ada warga NTT dapat menyisihkan sebagai uangnya untuk membantu meringankan beban penderitaan rakyat Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah yang terlanda gempa dasyat belum lama ini.

Baca: Siswa/i SD Katolik Rosa Mystica Kota Kupang Kunjung BBPP Kupang

Menurut Alfri, Senti, Juan dan Yanti, empat siswi cantik asal SMA Karanu Waikabubak yang ditemui POS-KUPANG.COM, Rabu (10/10/2018) siang, yang berdiri berjejer dipintu masuk Lapangan Manda Elu, Sumba Barat, menanti penuh harap.

Rombongan peserta yang akan memasuki lapangan Manda Elu mengikuti acara pembukaan peringatan hari aksara internasional ke-53 tingkat Provinsi NTT di lapangan Manda Elu Waikabubak, Sumba Barat, Rabu (10/10/2018) diharapkan dapat menyisihkan sedikit uang miliknya membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Kota Palu dan Donggala yang tertimpah bencana gempa bumi belum lama ini.

Ke-4 siswi tersebut mengaku aksi sosial peduli gempa Palu dan Donggala berlangsung sejak Selasa (9/10/2018). Anak-anak tersebut mengaku belum mengetahui berapa jumlah donasi warga Sumba Barat selama dua hari itu.

Meski demikian, para siswi tersebut berharap mengumpulkan sumbangan sebanyak mungkin bagi warga korban gempa bumi Palu dan Donggala. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved