Berita Kabupaten TTU Terkini

Jual BBM ke Timor Leste, Polisi Tangkap Yakobus Bitin Bere dan Marselinus Siki

Polres TTU berhasil menangkap dua pelaku penjual minyak ke negara tetangga Timor Leste.

Jual BBM ke Timor Leste, Polisi Tangkap Yakobus Bitin Bere dan Marselinus Siki
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Waka Polres Kabupaten TTU, Kompol. Yeter B Selan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sekitar dua minggu yang lalu tepatnya pada tanggal, 27 September 2018 berhasil menangkap dua pelaku penjual minyak ke negara tetangga Timor Leste.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Resort (Waka Polres) Kabupaten TTU, Kompol. Yeter B. Selan kepada POS- KUPANG.COM di ruang kerjannya, Kamis (11/10/2018) pagi.

Yeter mengatakan, penangkapan dua pelaku penjual minyak jenis solar ke negara Timor Leste dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan adanya aktivitas penjualan minyak ke negara tetangga itu.

Baca: Gunung Sari Natural, Virgin Pilih Bangun Penginapan

"Mereka mencurigai ada kejadian itu dan akhirnya melaporkan kepada kami. Kami kemudian tuangkan ke dalam laporan polisi. Setelah itu kami turunkan tim inteligen dan tim lapangan, sehingga berhasil mengamankan dua orang," ungkapnya.

Yeter menjelaskan, dua pelaku penjualan minyak ke Timor Leste yang ditangkap oleh polisi diantaranya Yakobus Bitin Bere, warga asal Kecamatan Kota Kefamenanu, dan Marselinus Siki, warga asal Kecamatan Napan Kabupaten TTU.

Baca: Pasca Gempa Bumi Guncang Pulau Sapudi Sumenep, Gubernur Jatim Sebut 246 Rumah Rusak

Kedua pelaku, kata Yeter, menjalankan peran berbeda-beda. Yakobus berperan melakukan pengisian minyak di tangki menggunakan satu unit truk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kefamenanu.

"Isinya nya di SPBU di Kota Kefamenanu, dan hasil penyelidikan kita bahwa BBM yang diisi itu berjenis solar adalah BBM yang bersubsidi," ungkap Mantan Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota itu.

Setelah mengisi di tangki sampai penuh, lanjut Yeter, Yakobus membawa BBM jenis solar tersebut untuk dijual kepada Marianus Siki. Marianus lalu membeli dan menjualnya ke negara Timor Leste melalui Distrik Oecusi.

"Dan pembelinya juga ada, dan pembeli yang dari Timor Leste kita ketahui namanya dan namanya sudah kita masukan kedalam berkas perkara. Jadi namanya juga kita sertakan dalam berkas perkara," ungkapnya.

Atas penangkapan kedua pelaku itu, tambah Yeter, pihaknya menahan barang bukti berupa satu unit dum truk, tiga buah jeriken dengan ukuran 30 liter, satu jeriken kosong ukuran 25 liter, STNK truk, satu unit speda motor, dan satu buah ember warna hitam, treter dan selang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tambah Yeter, pihaknya melakukan gelar perkara penetapan tersangka sehingga kedua orang tersebut dinaikan statusnya dari saksi menjadi tersangka pada tanggal 28 September 2018.

"Kemudian pada tanggal 29 September 2018 dilakukan pemeriksaan dengan status sebagai tersangka dan dilakukan dengan penahanan. Sedangkan proses selanjutnya sedang kita lakukan penyidikan," katanya.

Pasal yang dikenakan kepada kedua pelaku tersebut, tegas Yeter, adalah Pasal 55 Subsider Pasal 53 Huruf b dan Huruf d, UUD Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Junto Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP.

"Sangsi pidaha dalam pasal itu adalah enam tahun penjara," katanya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved