Berita Sumba Timur Terkini

Koptan Palindi Organik Sumba Timur Kaget Panen Bawang Sampai 10 Ton

Koptan Palindi Organik di Desa Laipandak, Kecamatan Wula Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, melakukan panen raya bawang merah

Koptan Palindi Organik Sumba Timur Kaget Panen Bawang Sampai 10 Ton
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Para petani sedang panen bawang merah tuk-tuk. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Kelompok Tani (Koptan) Palindi Organik di Desa Laipandak, Kecamatan Wula Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Provinsi NTT melakukan panen raya bawang merah tuk-tuk hasil budidaya mereka sebanyak 10 ton, Sabtu (29/9/2018).

Ketua Kelompok Tani Palindi Organik, Gerald, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (30/9/2018) mengatakan, dia bersama anggota baru pertama kali membudidayakan tanaman bawang merah di kebun kelompok mereka, apalagi dengan bibit yang ditanam dari biji bukan dari umbinya.

"Awalnya memang kami merasa ragu, ketika pendamping petani dari Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu menawarkan untuk tanam bawang kami semua ragu. Tapi setelah panen ini kami semua kaget dan yakin bahwa bawang merah jenis ini juga bisa dibudidayakan disini dan umbi bawang merahnya juga besar-besar apalagi hasilnya mencapai 10 ton," kata Gerald.

Baca: KPU TTS Tetapkan 20 Oktober Sebagai Tanggal Pemungutan Suara Ulang

Gerald juga mengatakan, pada tahun depan mereka akan menanam lagi lebih banyak bawang merah tersebut. Sementara untuk bulan ini dan bulan berikutnya mereka akan memanen bawang merah, karena mereka tanam bawang bukan sekaligus namun secara bertingkat-tingkat.

Baca: 98 Warga Nagekeo Terkena Filaria, Kecamatan Ini Paling Banyak

Tak lupa Gerald juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dan yang paling peting telah menyewhkan alat Pompa barsha sebagai pengerak air tanpa menggunakan BBM fosil yang mereka gunakan selama ini untuk menyiramtanaman budidaya mereka.

Heinrich Dengi Ketua Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu megatakan Sumba Timur punya potensi untuk menyediakan berbagai sumber sayur yang selama ini didatangkan dari luar Sumba.

"Contoh seperti bawang merah kalau saja di kabupaten yang beni luas ini dengan air yang melimpah meski di musim kering bisa diproduksi bawang merah di 100 titik saja dan masing-masing kelompok panen 10 ton saja maka dalam sekali panen kita bisa menjadi sumber bawang di NTT karena kita produksi sampai dengan 1.000 ton. Apalagi kalau bawang merah bisa dibeli BUMDes pasti petani senang," kata Heinrich.

Lanjutnya, teknologi pompa untuk memompa air adalah pompa air tanpa mengunnakan BB fosil, hanya memanfaat arus air di sungai atau selokan untuk memompa air. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved