Berita Kota Kupang Terkini
Depot Aroma Dilalap Api, Seorang Karyawan Mengaku Sempat dengar Bunyi Ledakan
Depot Aroma Dilalap Api, Seorang Karyawan Mengaku Sempat dengar Bunyi Ledakan. Diduga berasal dari tempat ini.
Penulis: Wilibrordus Kau Suni | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Wili Suni
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Depot Aroma Dilalap Api, Seorang Karyawan Mengaku Sempat dengar Bunyi Ledakan. Diduga berasal dari tempat ini.
Depot Aroma yang terletak di Jalan Cak Doko Nomor 74, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar, Sabtu (22/9/2018) pagi.
Api yang muncul dari belakang Depot Aroma membuat warga sekitar dan warga yang sedang melintas di depan sempat panik.
Api tersebut ternyata berasal dari dapur, tempat panggang daging.
Beberapa saat ketika kejadian, petugas Pemadam Kebakaran Kota Kupang langsung datang untuk memadamkan api tersebut.
Api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke gedung-gedung yang ada di samping Depot Aroma ini.
Baca: Jumlah Kecelakaan Terbanyak di NTT Akibat Human Error
Baca: Warga Kota Kefamenanu Padati Lapangan Oemanu, ini yang Mereka Lakukan
Baca: Febri Menangis Gara-gara Didesak Jadi TKI di Malaysia
Alhasil, seluruh bagian tempat panggang daging di Depot Aroma ini habis terbakar.
Proses pemadaman api berlangsung selama satu jam.
Salah satu karyawan yang tinggal di Depot ini menyatakan, bahwa dia dan beberapa temannya yang sedang tidur di lantai tiga terkejut ketika mendengar bunyi ledakan.
Ledakan itu berasal dari tempat panggang yang terbakar itu.
Baca: Pendanaan SBSN Prioritas untuk Peningkatan Layanan Jalan Nasional di Koridor Utama
"Kami semua masih terlelap dalam tidur ketika tempat ini terbakar. Kami terbangun karena mendengar sebuah bunyi ledakan yang besar," ujar karyawan yang tidak mau menyatakan namanya.
Dirinya takut akan dipecat oleh pimpinannya karena memberikan informasi terkait kebakaran ini.
Manager Depot Aroma yang beberapa saat kemudian datang, pun tidak mau memberikan informasi terkait kebakaran ini terjadi.
Ada kemungkinan memang mereka sengaja membiarkan gedung tersebut terbakar.