Berita NTT Terkini

Jumlah Kecelakaan Terbanyak di NTT Akibat Human Error

Kapolda NTT, Drs. Raja Erizman menyebut, tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi di wilayah Provinsi NTT dalam tahun 2018

Jumlah Kecelakaan Terbanyak di NTT Akibat Human Error
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Raja Erizman bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat pemotongan tumpeng peringatan Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke 63 di arena Kupang Car Free Day, Sabtu 922/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kapolda NTT, Drs. Raja Erizman menyebut, tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tahun 2018 terbanyak disebabkan oleh kelalaian manusia atau humman error.

Hal ini diungkapkan Kapolda NTT kepada wartawan pada kegiatan peluncuran slogan "NTT Bisa, Beta Ingin Selamat" dalam rangka merayakan hari ulang tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke 63 yang dilaksanakan di arena Kupang Car Free Day, Jalan El Tari Kupang, Sabtu (22/9/2018).

Kapolda yang didampingi oleh Dirlantas Polda NTT, Kombes Pol Drs. Ping Prigandhi Supardjan menyebut, lebih dari 800 orang meninggal dunia akbita kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah NTT selama tahun 2018.

Baca: Pendanaan SBSN Prioritas untuk Peningkatan Layanan Jalan Nasional di Koridor Utama

Terkait jumlah kejadian kecelakaan, orang nomor satu di lingkungan Polda NTT ini menyebut lebih dari 1.200 kejadian laka lantas yang menyebabkan korban baik material maupun nyawa.

"Pada tahun ini korban meninggal dunia akibat laka lantas lebih dari 800an orang, dari data yang ada, itu lebih besar daripada korban perang. Kalau korban perang atau pesawat terbang yang gak sampai seratus itu sudah sampai heboh, tetapi kecelakaan lalu lintas dengan presentase tinggi ini kok seperti tidak terpantau, tidak terlihat," ungkapnya.

Baca: Indonesia-Spanyol Tingkatkan Kerja Sama Teknologi Keselamatan Jalan dan Jembatan

Dengan tingginya angka kecelakaan yang menimbulkan korban, jenderal dengan dua bintang ini menghimbau agar masyarakat bisa menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran untuk menjaga dirinya dan menjadi pelopor keselamatan berkendara atau berlalu lintas.

"Kita sudah himbau, kita juga sudah pasang sosialisasi di beberapa tempat dengan data tentang korban meninggal, ini coba masyarakat perhatikan, karena masyarakat sendiri yang bisa menjaga dirinya sendiri," katanya.

Raja Erizman melanjutkan, dari data yang diperoleh, kejadian kecelakaan didominasi oleh kecelakaan kendaraan roda dua dan waktu kejadian pada malam.

Oleh karena itu, Kapolda mengharapkan pemerintah daerah agar memperhatikan sarana dan prasarana jalan serta lalu lintas agar dapat meminimalisir tingkat kejadian kecelakaan.

"Saya menghimbau kepada pemerintah daerah, baik Kota dan Kabupaten, tolong penerangan jalan, sarana dan prasarana, infrastruktur jalan juga tolong diperhatikan. kita melihat ini, kalau udah malam lampu jalan gelap semua, ini kan jadi faktor juga," tambahnya.

Ia berharap adanya kerja sama yang sinergis dari kepolisisan, mayarakat dan pemerintah daerah agar bersama bersama dapat menekan tingkat kecelakaan di wilayah NTT.

"Saya mengharapkan demikian, infrastruktur jalan tolong dilengkapi, di perempatan yang belum ada trafick light tolong penuhi, kemudiadn penerangan jalan, jalan yang berlubang ya tutup saja jangan dibiarkan begitu, ini kan demi kepentingan masyarakat," tutur Kapolda.

Dalam perayaan Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke-63 tahun 2018 dilaunchingkan slogan NTT Bisa, Beta Ingin Selamat yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepasan balon oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang didampingi oleh gubernur 2 Josef Nae Soi, Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Raja Erizman beserta jajaran dan anggota polisi lalu lintas serta masyarakat.

Acara peringatan ulang tahun juga diisi dengan pemotongan tumpeng ulang tahun oleh Gubernur NTT yang kemudian diserahkan kepada Kapolda NTT, menyanyikan lagu ulang tahun untuk Lalu Lintas Bhayangkara yang bersamaan dengan ulang tahun Gubernur 2 Josef Nae Soi, penyematan pin NTT BISA kepada perwakilan peserta dari SD Don Bosko 1 dan SMAK Giovani Kupang, serta tarian bersama Tobelo, Metike dan Putar ke kiri putar ke kanan oleh Kapolda NTT beserta jajaran, polisi lalu lintas dan warga masyarakat yang hadir. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help