Berita Kabupaten Kupang

Pasca Bentrok Warga Dua Desa! Aparat Gabungan Jaga Ketat Desa Oebelo dan Tanah Merah

Pasca bentrok antara warga desa Oebelo dan warga desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang aparat gabungan TNI-POLRI menjaga ketat

Pasca Bentrok Warga Dua Desa! Aparat Gabungan Jaga Ketat Desa Oebelo dan Tanah Merah
pos kupang.com, gecio viana
Suasana penjagaan di desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Jumat (24/8/2018) pagi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pasca bentrok antara warga desa Oebelo dan warga desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang aparat gabungan TNI-POLRI menjaga ketat dua desa tersebu, Jumat (24/8/2018) pagi

Aparat gabungan yang bersiaga pasca aksi tidak mengendorkan penjagaan sampai pukul 07.30 Wita. Di desa Tanah Merah, tepatnya di area gereja Emaus Tanah merah terpantau puluhan anggota berjaga-jaga di depan gereja Emaus Tanah Merah Jl Timor Raya Km 19.

Baca: Dana Bos Tidak Diperkenakan Membayar Honor Guru Berijazah SMU

Terdapat sejumlah kendaraan terparkir di pinggir jalan diantaranya dua unit mobil dalmas milik Polresta Kupang, satu unit mobil patroli, satu unit mobil perintis dan satu unit mobil dalmas dari korps Brimob

Sementara itu, penjagaan juga cukup ketat dilakukan aparat di Desa Oebelo tepat di depan kantor Desa Oebelo Jl Timor Raya Km 21. Nampak puluhan anggota kepolisian yang mengenakan seragam lengkap terus berjaga di kedua sisi jalan

Terdapat satu unit mobil Ditshabara Polda NTT dan puluhan kendaraan roda dua milik aparat kepolisian.

Baca: Orangtua Frederiko Amaral Datangi Pospol Oebelo

Bentrokan yang terjadi sekira pukul 17.00 Wita tersebut mengakibatkan satu korban tewas dari Desa Oebelo atas nama Adensio Da Cruz (21) yang juga seorang WNI Eks Timtim yang bertempat tinggal di kompleks Griya Permai Oebelo (GPO).

Tome Da Silva, perwakilan keluarga kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (23/8/2018) dinihari mengatakan, korban meninggal karena ditembak warga desa tanah merah menggunakan senapan angin.

Ia menjelaskan, sebanyak 9 orang warga desa Oebelo yang menjadi korban dari bentrokan tersebut. korban luka-luka yang berjumlah sekitar 6 orang, tiga orang korban lainnya mengalami luka karena ditembak menggunakan senapan angin oleh warga desa Oebelo.

Dikatakannya, pihak keluarga sangat terpukul atas kematian Adensio Da Crus. Jenasahnya pun masih terbaring di RS Bhayangkara Kota Kupang.

"Jadi otopsi kami tidak izinkan karena tanpa konfirmasi dari kami," jelasnya

Ia menambahkan, pihak keluarga juga menyayangkan aparat kepolisian yang saat kejadian tidak sigap dalam melerai bentrokan hingga berujung meninggalnya Adensio Da Crus.

"Kami akan minta keadilan pihak kepolisian yang tidak menjalankan tugas sesuai SOP yang ada dimana membiarkan persoalan tersebut dan membiarkan anak kami jadi korban," jelasnya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help