Berita Manggarai Barat

Pagar Lokasi Pembangunan di Rinca Dibongkar

Pagar lokasi pembangunan rest area di Pulau Rinca sudah dibongkar, Rabu (22/8/2018). Pembongkaran dihadiri tim dari Jakarta.

Pagar Lokasi Pembangunan di Rinca Dibongkar
ISTIMEWA
Pagar lokasi pembangunan rest area di Rinca dibongkar, Rabu (22/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Pagar lokasi pembangunan rest area di Pulau Rinca sudah dibongkar, Rabu (22/8/2018). Pembongkaran dihadiri tim dari Jakarta.

Tim dan beberapa komponen terkait pada hari itu berangkat dari dermaga wisata Filemon Labuan Bajo menuju Pulau Rinca dan melakukan pembongkaran.

Sementara Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno yang ditemui terpisah saat berkunjung ke Labuan Bajo hari tersebut, menegaskan bahwa DPRD NTT satu suara dengan warga yang menolak pembangunan sarana besar di pulau itu.

Baca: Tangan Tersangkut di Mesin Mainan Seks, Seorang Pria Minta Bantuan

"Saya kira kalau rakyat sudah menolak lewat DPRD kabupaten, DPRD Provinsi juga menolak," kata Anwar yang ditemui usai dirinya menjalankan sholat Idul Adha di Lapangan Kampung Ujung Labuan Bajo, Rabu (22/8/2018).

"Kalau bangun hotel, resort wisata yang besar yang mengganggu habitat komodo, itu yang kita tolak. Tetapi kalau bangun toilet, itu juga untuk mendukung wisatawan yang datang," kata Anwar.

Disampaikannya, dirinya juga datang ke Labuan Bajo untuk mendengar langsung aspirasi dari warga terkait pembangunan sarana di Pulau Rinca.

"Saya juga ingin menyerap aspirasi dan suara-suara dari masyarakat terkait dengan investasi di Pulau Rinca. Tentu kita mendengar aspirasi dari masyarakat. Tetapi semangat kami di DPRD Provinsi sama agar semua menjaga kelestarian alam, keutuhan ekosistem di pulau itu," kata Anwar.

Pihaknya kata dia, sudah mendengar bahwa tujuh fraksi di DPRD Kabupaten Mabar sudah menyatakan penolakan terhadap pembangunan di Rinca itu.

"Saya mendengar teman-teman DPRD Provinsi juga punya sikap yang sama karena itu saya turun, mendengar langsung di sini. Setelah saya ke Kupang, kami akan sampaikan secara kelembagaan ke gubernur, kemudian juga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar aspirasi masyarakat ini bisa diperhatikan," kata Anwar.

Dia mengimbau kepada semua komponen agar bersama-sama menjaga habitat komodo.
Pihaknya juga akan segera melihat rencana pembangunan di Pulau Rinca itu. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help