Berita Kabupaten TTS

Pengawas SPBU Oebesa dan Oenali Mengaku Belum Ada Komplain dari Konsumen

Pengawas SPBU Oenali, Tri Putra Maulana, dan pengawas SPBU Oebesa, Tesa Talan mengaku, belum ada komplain dari konsumen

Pengawas SPBU Oebesa dan Oenali Mengaku Belum Ada Komplain dari Konsumen
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Pengawas SPBU Oenali, Tri Putra Maulana 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Pengawas SPBU Oenali, Tri Putra Maulana, dan pengawas SPBU Oebesa, Tesa Talan mengaku, hingga saat ini belum ada komplain dari konsumen terkait takaran bahan bakar minyak.

Baik Tri maupun Tesa membenarkan jika setiap tahunnya ada tera ulang alat ukur di SPBU untuk memastikan alat ukur di SPBU pas.

"Kami sudah dua tahun beroperasi hingga saat ini belum ada komplain dari konsumen terkait takaran BBM yang diisi. Secara internal, setiap harinya kita melakukan ukur ulang alat ukur di SPBU dengan menggunakan bejana ukur untuk memastikan jika alat ukur di SPBU kita pas sehingga konsumen tidak dirugikan. Dan sejauh ini memang belum ada komplen yang diterima," ungkap Tri kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (9/8/2018) di ruang kerjanya.

Baca: ABK dan Pengawal Ternak KLM Adel Sari Menolak Dievakuasi ke Darat

Untuk memastikan alat ukur di SPBU pas lanjut Tri, setiap tahunnya Dinas Metrologi Kupang melakukan tera ulang alat ukur di SPBU.

Hal ini merupakan bentuk pengawasan pemerintah untuk memastikan alat ukur di SPBU pas.

"Tiap tahun juga petugas dari Metrologi datang untuk melakukan tera ulang alat ukur kita," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan pengawasan SPBU Oebesa, Tesa Talan. Ia mengatakan, selama ini belum ada komplain yang diterimanya dari konsumen terkait takaran BBM saat pengisian.

Ia mengaku, bulan Maret 2018, petugas Metrologi Kupang juga telah melakukan tera ulang alat ukur di mesin pengisian bahan bakar untuk memastikan takarannya pas.

"Selama saya menjadi pengawas di sini, belum ada komplain terkait takaran BBM yang diisi. sebelumnya, untuk memastikan alat ukur kita pas, setiap harinya sebelum beroperasi kita melakukan tera ulang alat ukur kita dengan bejana ukur. Tetapi karena bejana ukurnya sudah dibawa ke Kupang sehingga kebiasaan itu sudah tidak kita lakukan lagi. Tetapi, setiap tahunnya petugas Metrologi Kupang melakukan tera ulang alat ukur kita untuk memastikan takarannya pas," katanya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help