Berita Regional

Pembunuh Istri dan Anak Ini Menangis Jalani Sidang Vonis

Terdakwa Muhtar Effendi alias Pendi (62) menangis menjalani sidang vonis atas perbuatannya yang telah membunuh istrinya

Pembunuh Istri dan Anak Ini Menangis Jalani Sidang Vonis
KOMPAS.COM/RIMA WAHYUNINGRUM
Muhtar Effendi alias Pendi (62) menjalani agenda sidang vonis di Pengadilan Negeri Tangerang, pada Rabu (25/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | KOTA TANGERANG - Terdakwa Muhtar Effendi alias Pendi (62) menangis menjalani sidang vonis atas perbuatannya yang telah membunuh istrinya, Emah (40) beserta dua anak tirinya, Nova (21) dan Tiara (11) pada Rabu (25/7/2018), di Pengadilan Negara Tangerang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, terdakwa hadir dengan kemeja putih dan rompi tahanan dalam sidang yang dimulai pukul 15.30 tersebut. Rambutnya yang dipenuhi uban itu ditutup peci hitam bercorak putih.

Baca: Airlangga Didukung Senior Golkar Jadi Cawapres bagi Jokowi

Ia terlihat tertunduk duduk di kursi pesakitan. "Sehat hari ini?" tanya hakim ketua yang dijawab anggukan oleh Pendi. "Bisa ikut sidang hari ini?" tanya hakim lagi.

"Bisa," jawab Pendi singkat yang dilanjutkan dengan persidangan. Pendi yang terlihat menangis sesenggukan mulai mengeluarkan suara saat hakim membacakan kronologi pembunuhan.

Sesekali Pendi mengusap wajahnya dan mengambil sapu tangan dari saku celananya.

Dalam kasus ini, Pendi melakukan pembunuhan terhadap istri dan kedua anak tirinya pada pada Senin (12/2/2018) di Perumahan Taman Kota 2, Priuk, Tangerang.

Pembunuhan berawal dari perseteruan soal pembayaran kredit mobil yang dibeli Emah. Pembayaran cicilan kredit mobil tersebut telat dan Emah kesal terhadap Pendi dengan menonjok pada bagian kepala. Pendi yang tersulut emosi kemudian menyiksa hingga membuat Emah meninggal dunia.

Hal serupa ia lakukan terhadap kedua anak tirinya, Nova dan Tiara yang menyaksikan ibunya tak bernyawa.

Ketiga korban pembunuhan telah disemayamkan di kawasan Bogor, Jawa Barat, tempat asal Emah. Sementara Pendi mendekam di balik penjara Lapas Pemuda Tangerang.

Pendi disangkakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman 20 tahun penjara. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help