Home »

Video

Pilgub NTT

VIDEO: KPU NTT Simulasi Pemungutan Suara

Pantauan Pos-Kupang.com, simulasi ini dihadiri Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa, Jemris Fointuna dan Baharudin Hamzah.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM |KUPANG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT melakukan simulasi pemungutan suara pilgub NTT. Acara ini digelar untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Simulasi ini berlangsung di halaman depan Kantor KPU NTT, Rabu (30/5/2018).

Pantauan Pos-Kupang.com, simulasi ini dihadiri Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa, Jemris Fointuna dan Baharudin Hamzah.

Hadir pula Anggota KPU NTT, Thomas Dohu, sejumlah staf sekretariat KPU NTT serta KPU dan Panwas se-NTT.

Baca: Presiden Donald Trump Ampuni Diri Sendiri

Simulasi ini dipandu langsung Anggota KPU NTT, Thomas Dohu.

Pada simulasi ini, KPU NTT membentuk satu TPS, yakni TPS 01 Alak, Kota Kupang.

Terdapat saksi keempat paslon yang dibentuk KPU NTT.

Santy Soinbala, salah satu staf KPU N‎TT, bertindak sebagai KPPS dan memimpin jalannya simulasi.

Dalam simulasi ini juga diingatkan agar saksi di TPS dari setiap paslon harus hadir tepat waktu.

Baca: Pasutri Ini Sepakat Buang Bayi Mereka di Gereja. Ternyata Mereka Tertekan Secara Sosial

Anggota KPU NTT, Thomas Dohu hadir saat acara simulasi pemungutan suara Pilgub NTT di halaman Kantor KPU NTT, Rabu (30/5/2018).

Menurut Thomas, ketika hari H pemilihan atau pemungutan suara, ada warga yang tidak terdata di DPT, namun warga itu membawa e-KTP atau suket, maka warga itu bisa menggunakan hak pilihnya.

"Warga ini bisa gunakan hak pilih, namun warga ini masuk dalam DPT tambahan. Mereka juga bisa gunakan hak pilih pada pukul 12:00 siang atau setelah pemilih di DPT selesai coblos," kata Thomas.

Dijelaskannya, meskipun pemilih hanya memiliki suket (surat keterangan) atau e-KTP tidak mengantongi surat pemberitahuan atau C6, namun mereka tetap bisa memilih.

Dalam simulasi ini, ada pemilih yang tidak membawa C6, namun namanya ada di DPT‎, maka pemilih itu bisa ikut mencoblos di TPS. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help