Nasib Juragan Roti Dieksekusi Empat Tahun, Kasusnya Bakal Panjang

Saya katakan ini kasus masih panjang. Tapi nanti ada kuasa hukum Budhi yang datang ke Maumere memberikan keterangan

Nasib Juragan Roti  Dieksekusi Empat Tahun, Kasusnya Bakal Panjang
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI 

Laporan REPORTER POS KUPANG, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Juragan Toko Roti  Kaegi,  Budhi Swardy telah dieksekusi  penuntut  umum  Kejaksaan Negri (Kajari) Maumere ke  Rumah Tahanan  Negara  (Rutan) Maumere, Jumat  (4/5/2018). Tak  hanya  Budhi,  istri Budhi, Ranti  juga akan diesekusi  bila  kelak  ia telah pulih  kondisi kesehatannya.

“Saya katakan ini kasus  masih  panjang. Tapi  nanti  ada kuasa  hukum Budhi  yang  datang  ke  Maumere memberikan keterangan,” kata  Oscar  Mandalangi  Parera,   menghubungi  pos-kupang.com, Selasa (8/5/2018) di  Maumere.

Baca: Kabupaten Ende Alokasikan Dana ADD Tahun 2018 Sebesar Rp 186 Miliar

Baca: 5.995 Hektar Lahan di Manggarai Barat Ditanami Jagung

Oscar, salah  satu  toko  adat di  Maumere mengaku  kenal dekat  dengan Budhi sekeluarga di lingkungan  tempat tinggalnya. Ia mengaku ikut  terpukul  dengan  vonis  kasasi  yang berat menimpa Budhi dan istrinya.

“Saya  kenal mereka sejak  lama. Kami  satu  kelompok  doa.  Selama  ini  dia  tidak  punya  perangkai seperti ini,” ujar  Oscar.

Baca: Kantor Wilayah DJBC Wilayah Bali, NTB NTT Kekurangan Kapal Patroli, Begini Alasannya

Baca: Wah, Ternyata Ada Belasan Avokat Gadungan Beroperasi Tanpa Izin di Maumere

Ilustrasi penjara.
Ilustrasi penjara. ((The Guardian))

Menurut Oscar, hukuman  empat  tahun dan dua  tahun ditanggung  oleh Budhi dan   Ranti  mungkin  benar  dan adil menurut hukum  positif. Tapi  ia  tidak  yakin akan benar dan  adil  secara  substansi. Tak  hanya  hukuman  badan, pasangan  suami istri ini juga membayar  denda masing-masing  Rp 200 juta.

“Saya katakan, kasus ini akan panjang,” tegas  Oscar.

Baca: Permohonan Eksekusi Lahan Lusitada Sudah Dikirim, Alat Berat Sudah Siap

Kasus  Roti  Kaegi menjadi  perhatian publik  Kota Maumere  tiga  tahun silam, ketika  mereka memperkerjakan  10  karyawan yang sebagian dibawa  umur.

Dalam  sidang di PN Maumere, mereka divinis   satu  tahun penjara  dan  denda  Rp 100  juta. Pengadilan Tinggi  Kupang di tingkat banding menguatkan putusan PN Maumere. Hakim  Mahkamah Agung di tingkat kasasi menaikkan hukuman empat tahun dan  dua  tahun serta  denda Rp 200  juta. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help