Kementrian PDT Kasih Dana Rp 4,8 Miliar untuk Bangun Jalan di Ende

Kementrian PDT kasih dana Rp 4,8 miliar untuk membangun jalan di Kabupaten Ende.

Kementrian PDT Kasih Dana Rp 4,8 Miliar untuk Bangun Jalan di Ende
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Ruas jalan desa di Kabupaten Ende yang akan dibuka 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM |ENDE - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende, Frans Lewang mengatakan bahwa pada tahun 2018 Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal memberikan dana sebesar Rp 4,8 Miliar untuk pembangunan jalan di empat kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ende masing-masing di Kecamatan Detusoko dan Wewaria serta Ended an Kecamatan Detukeli.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas PU Kabupaten Ende, Ir. Frans Lewang kepada Pos Kupang.Com, Selasa (1/5/2018) di Ende.

Baca: Pasanganmu Mantan Peselingkuh, Cek Ini untuk Pastikan Dia Tak Mengulanginya

Baca: Sadis! Usai Membunuh 2 Suaminya, Perempuan Ini Membakar Anak dan Pembantunya

Baca: Juana Barraza Membunuh Para Perempuan Tua Karena Dendam pada Ibunya, Kenapa?

Baca: Jengkol Baunya Ga Kuat, Tapi Manfaatnya Luar Biasa, Nomor 6 Penting Bagi Perempuan

Adapun ruas jalan yang dibangun tersebut masing-masing di Desa Gololada, Kecamatan Detusoko dan di Desa Numba, Kecamatan Wewaria serta Desa Wologai di Kecamatan Ended an Wologai 2, Kecamatan Ende juga Otoboti dan Wolowia di Kecamatan Detukeli.

Frans mengatakan, pembangunan jalan di empat kecamatan itu secara umum sepanjang 4,8 KM namun demikian dalam realisasinya terjadi kelebihan volume pekerjaan menjadi 5,20 KM.

Baca: Suami dan Selingkuhan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Menembak Istrinya, Begini Akhir Ceritanya

Baca: Sadis! Pria Ini Mencambuk Istrinya Karena Dituding Berselingkuh

Baca: Hal Kecil Ini Bisa Bikin Pasangan Saling Berselingkuh Loh, Bagaimana Mengatasinya?

Menurut Frans pelaksanaan pembangunan ruas jalan di empat kecamatan itu oleh Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal atas usulan dari Dinas PU Kabupaten Ende setelah melihat keberadaan beberapa ruas jalan yang kondisinya masih belum baik.

“Ruas jalan yang dibuka tersebut sebelumnya masih merupakan jalan setapak yang hanya bisa dilewati oleh sepeda motor ataupun kuda namun setelah diperlebar dan ditingkatkan kini sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat sehingga memungkinkan akses yang lebih luas kepada warga untuk berpergian ataupun memasarkan hasil-hasil pertanian mereka ke kota kabupaten maupun kecamatan,” kata Frans. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help