Gara-gara Tak Berikan Uang Rp 10.000 Saat Dipalak, Lelaki Ini Dipukul Pakai Palu

Pria berbadan padat dan dipenuhi tato pada beberapa bagian tubuhnya memalak seorang warga di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo.

Gara-gara Tak Berikan Uang Rp 10.000 Saat Dipalak, Lelaki Ini Dipukul Pakai Palu
POS-KUPANG.COM/SERVATINUS MAMMILIANUS
Lima orang tersangka kasus berbeda yang ditangani Polres Mabar, dihadirkan dalam acara jumpa pers di Mapolres Mabar, Senin (16/4/2018). 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pria berbadan padat dan dipenuhi tato pada beberapa bagian tubuhnya memalak seorang warga di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo.

Pelaku meminta uang Rp 10.000 kepada korban tetapi tidak dilayani. Pelaku berininisial YAP itu marah dan memukul korban menggunakan palu.

Baca: Begini Kronologi Terkuaknya Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur di Sikka

"Perkara penganiayaan, premanisme itu terjadi di Pelabuhan Pelni Labuan Bajo dan dilaporkan ke kami pada 26 Februari 2018. Pelaku berinisial YAP melakukan pemalakan. Dia minta uang Rp 10.000 untuk beli mie goreng kepada korban. Karena tidak diberikan, dia marah lalu mendorong korban ke laut dan memukul korban menggunakan palu sehingga korban mengalami luka di kepala," kata Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono, S.IK saat jumpa pers, Senin (16/4/2018).

Baca: Bupati Beri Arahan, Oknum Kades dan Pejabat di Lembata Sibuk Main FB, Ini yang Terjadi

Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Dewa Ditya, S.IK dan Kabag Ops, AKP Efferhad R Ludony, menjelaskan, beberapa kasus yang sedang ditangani di Polres Mabar, seperti kasus pembunuhan Nuryanti yang kerangkanya ditemukan di Bukit Cinta beberapa waktu lalu, kasus pemerkosaan anak remaja, kasus pencurian, kasus pemboman ikan dan kasus penganiayaan.

Baca: Begini Sikap Bupati Sunur Ketika Mendengar Ada Oknum yang Minta Jangan Intervensi ADD

"Pelaku penganiayaan di pelabuhan itu sudah kami tangkap dan kami tahan. Berkasnya sudah P21 serta segera kami limpahkan ke kejaksaan. Pelaku kami kenakan pasal 351 ayat satu KUHP dengan ancaman penjara maksimal dua tahun delapan bulan," kata Julisa.

Dia menambahkan, untuk kasus tersebut pihaknya sedang menyiapkan penyerahan tahap kedua ke pihak kejaksaan.

Kapolres meminta berbagai komponen di Manggarai Barat untuk bekerjasama demi menciptakan kenyamanan dan keamanan serta ketertiban di daerah tersebut. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help