PosKupang/

Begini Kronologi Terkuaknya Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur di Sikka

Terkuaknya kasus persetubuhan anak di bawah umur menimpa Y (15) warga Desa Perumaan, di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka

Begini Kronologi Terkuaknya Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur di Sikka
ISTIMEWA
Warga Desa Perumaan, Kabupaten Sikka di Pulau Flores berada di sekitar rumah terduka persetubuhan anak dibawah umur, Senin (16/4/2018) dini hari. 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Terkuaknya kasus persetubuhan anak di bawah umur menimpa Y (15) warga Desa Perumaan, di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, bermula dari kedatangan ibu kandung korban membawa Y menemui dukun Emul di Perumaan, Senin (9/4/2018) sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca: Bupati Beri Arahan, Oknum Kades dan Pejabat di Lembata Sibuk Main FB, Ini yang Terjadi

"Ibu kandung korban baru membawa korban ke dukun beranak atas nama Emul (istri terduga pelaku). Dukun mengatakan kepada ibu korban, bahwa korban bukan hamil melainkan sakit biasa," ujar Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang, S.IK, Senin (16/4/2018).

Namuh, setelah pulang ibu pelaku menanyakan kepada korban, siapa yang menghamilinya. Korban menyebut Saturu yang melakukannya.

Baca: Begini Sikap Bupati Sunur Ketika Mendengar Ada Oknum yang Minta Jangan Intervensi ADD

"Hari Minggu (15/4/2018), istri pelaku datang ke rumah korban memberitahukan kepada Bapak Asrat bersama-sama menemui imam supaya menikahkan suaminya atau terduga pelaku dengan korban yang diduga hamil itu," kata Rickson.

Baca: Wakil Bupati Lembata Tegur Oknum Kepala Dinas, Ini Penyebanya

Kejadian berlanjut pada Minggu malam sampai minggu dinihari, warga setempat mengamuk ke kediaman pelaku. Mereka merusak pagar rumah dan mengancam menghakimi pelaku.

Aparat Polres Sikka tiba di lokasi mengamankan pelaku dan keluarganya membawanya ke Mapolres Sikka, Senin dini hari. (*)

Penulis: Eugenis Moa
Editor: Kanis_Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help