HUT Kota Kupang ke-22, Pemkot Kupang Gelar Festival Bose Sei dan Luat

Menyongsong Hari Ulang Tahun kota Kupang ke-22, Pemkot Kupang akan menggelar festival BSL alias Bose, Sei dan Luat (sambal).

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI TOHRI
Rapat persiapan Panitia HUT kota Kupang, di Restoran Nelayan, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menyongsong Hari Ulang Tahun kota Kupang ke-22, Pemkot Kupang akan menggelar festival BSL alias Bose, Sei dan Luat (sambal) yakni makanan khas NTT.

Hal ini terungkap dalam rapat persiapan HUT Kota Kupang, yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman, yang dihadiri oleh instansi pemerintahan, BUMN/BUMD, organisasi, yayasan, media, paguyuban, perusahaan swasta yang berjumlah 90-an.

Baca: Pemkot Kupang Targetkan Pemakan Bose 20 Ribu Orang Dalam Festival BSL, Benar Ni?

Baca: Beras Rastra di MBay, Berdebu, Patahan Hampir 80 Persen, Warna Kabur dan Mulai Berulat

Baca: Warga SBD Lakukan Hal Penting Ini Sebelum Pilkada dan Pilgub 2018

Tahun ini Pemerintah Kota sengaja melibatkan seluruh pihak untuk menyukseskan HUT kota Kupang, khususnya Festival Bose Se'i Lu'at karena membangun kota Kupang tidak hanya Pemerintah tapi seluruh masyarakat kota Kupang.

Herman menyampaikan 20 kota di Indonesia terpilih menjadi tujuan wisata, salah satunya kota Kupang.

Tapi belum ditetapkan karena belum masuk dalam 10 besar kota wisata kuliner di Indonesia.

Sedangkan 20 jenis makanan lokal di Indonesia, menu lokal Se'i sudah disebut.

Baca: Kementrian Pertahanan RI Datangi Kolisia Sikka, Apa Tujuannya?

Baca: Kades Perempuan dan Kaurnya di Kabupaten Sikka ini Lakukan Pungli  Sertifikat Tanah 

Baca: Sudah Dapat Sertifikat Tanah Secara Gratis, Kades Naimana PesanHal Ini ke Warganya

Baca: Mencuri di Minimarket, Pria ini Ditembak Mati Polisi

Oleh karena itu, kata Herman, Menteri pariwisata bersama tim Percepatan Wisata Kuliner Indoneisa mengajak Walikota bagaimana kota Kupang menjadi bagian dari wisata Indonesia, salah satunya kuliner.

Karena di kota tidak sumber daya alam, sedangkan wisata budaya di kota campuran.

"Maka dari itu merangsang semua kepala daerah salah satunya dengan wisata kuliner. Memang se'i tidak masuk dalam makanan lima besar, yaitu rendang, soto, nasi goreng, gado-gado dan sate. Tapi tidak hanya lima yang dipatenkan menjadi menu khas Indonesia," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved