Pemkot Kupang Targetkan Pemakan Bose 20 Ribu Orang Dalam Festival BSL, Benar Ni?
Wakil Wali Kota Kupang, Herman mengatakan kota Kupang salah satu daerah punya potensi kuliner yang terbanyak dan kaya.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Wali Kota Kupang, Herman mengatakan kota Kupang salah satu daerah punya potensi kuliner yang terbanyak dan kaya.
Ia bersyukur karena yang dihadirkan pada rapat kali ini dari semua etnis yang punya makanan khas.
Maka dari itu dirinya bersama Walikota Kupang mencanangkam Festival kuliner untuk HUT kota Kupang dengan melibatkan semuanya untuk makanan lokal Bose Se'i Lu'at.
Baca: Beras Rastra di MBay, Berdebu, Patahan Hampir 80 Persen, Warna Kabur dan Mulai Berulat
Baca: Kata Ketua DPP Partai Hanura, Setiap Pengurus dan Kader Harus Lakukan Hal Ini!
Baca: Kementrian Pertahanan RI Datangi Kolisia Sikka, Apa Tujuannya?
Baca: Gila! Suami Ini Minta Uang Puluhan Juta Setelah Gerebek Istri dengan Selingkuhan di Hotel
Badan Ketahanan Pangan Nasional, katanya, sudah mendukung.
"Walikota akan memperjuangkan untuk menghadirkan Menteri Pertanian, Pariwisata dan Pemberdayaan Perempuan pada festival BSL tersebut. Karena BSL akan dilaksanakan pada 21 April 2018 tepat dengan Hari Kartini," tuturnya.
Kata Herman Lembaga Peringkat Dunia, sudah dihubungi dan bersiap datang untuk memberikan piala dan sertifikat, apabila jumlah pemakannya memecahkan rekor dunia.
Baca: Wah! Polisi Temukan Petunjuk, Bercak Darah Dekat Mayat Remaja Perempuan
Baca: Baru Saja Makan, Ular Piton 5 Meter Dipaksa Muntah, yang Keluar Membuat Perempuan Itu Menangis
Baca: Perempuan 37 Tahun ini Berupaya Keluar dari Peti Matinya Setelah Dikubur Hidup-hidup
Baca: Perempuan Itu Benar-benar Aneh, Coba Baca Fakta Ini dan Anda Pasti Menyetujuinya
Sebagaimana disaksikan setiap peserta yang hadir pada rapat persiapan diberikan formulir kesiapan untuk menyediakan porsi BSL. Karena panitia menargetkan 20 ribu pemakan bose.
Prof Mahayasa yang mewakili Universitas Nusa Cendana meminta agar peserta juga bisa menampilkan hasil penelitian atau hasil-hasil produk panganan lokal pada festival nanti. (*)