Beras Rastra di MBay, Berdebu, Patahan Hampir 80 Persen, Warna Kabur dan Mulai Berulat
Berdebu, dengan patahan hampir 80 persen, berwarna putih susu sedikit kabur, dan mulai berulat.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan wartawan Pos Kupang.Com, Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM, MBAY - Berdebu, dengan patahan hampir 80 persen, berwarna putih susu sedikit kabur, dan mulai berulat.
Inilah gambaran beras sejahtera (rastra) yang diberikan gratis kepada masyarakat miskin di Nagekeo.
Kondisi beras rastra tersebut terpantau Selasa (20/3/2018). Beberapa warga dari Kecamatan Boawae bahkan menolak rastra karena kualitas buruk dan dianggap tidak layak dikonsumsi.
Baca: Bupati Mabar Beri Apresiasi Kepada Burung Indonesia, Apa Alasannya?
Baca: Warga SBD Lakukan Hal Penting Ini Sebelum Pilkada dan Pilgub 2018
Baca: Baru Saja Makan, Ular Piton 5 Meter Dipaksa Muntah, yang Keluar Membuat Perempuan Itu Menangis
Baca: Perempuan Itu Benar-benar Aneh, Coba Baca Fakta Ini dan Anda Pasti Menyetujuinya
Keluhan masyarakat ini direspon Pimpinan DPRD Nagekeo. Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kristianus Dua Wea bersama Kepala Bagian Ekonomi Setda Nagekeo, Stefanus Wangge langsung sidak ke Gudang Bulog di Mbay.
Hasilnya, kualitas rastra memang seperti yang dikeluhkan masyarakat.
Kristianus Dua kepada wartawan, mengatakan, dari kondisi fisik beras memang sangat tidak layak dikonsumsi.
"Jangan karena gratis, lalu rakyat diberi beras tidak layak konsumsi. Rakyat miskin juga manusia," kata Kristianus.
Baca: Gila! Suami Ini Minta Uang Puluhan Juta Setelah Gerebek Istri dengan Selingkuhan di Hotel
Baca: Hei Pria, Jangan Mengejar Wanita dengan Cara Murahan, Ganti Strategi, Ini Tipsnya
Baca: Menyedihkan, Kerangka Perempuan Ini Ditemukan dalam Kubur Sedang Menggendong Seorang Bayi