Kisah Hidup Kakek Yoseph, Menjual Moke Putih, Mengais Rejeki di Tepi Jalan

Saya sudah 20-an tahun jual moke putih. Inilah mata pencaharian kami orang kecil. Kalau tidak jual, tidak bisa hidup.

Kisah Hidup Kakek Yoseph, Menjual Moke Putih, Mengais Rejeki di Tepi Jalan
POS KUPANG/FELIX JANGGU
Yoseph Narek warga kampung Wolo Desa Watotika Ile kecamatan Demon Pagong Flotim sedang memegang moke, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Feliks Janggu

POS KUPANG.COM|LARANTUKA - Yoseph Narek (52) dan beberapa warga lain terlihat duduk santai di pinggir jalan negara di Kampung Wolo, Desa Watotika Ile Kecamatan Demon Pagong Selasa (13/3/2018).

Ia duduk pada pondok sambil menunggu kendaraan yang berhenti dan membeli tuak putih miliknya.

"Saya sudah 20-an tahun jual moke putih. Inilah mata pencaharian kami orang kecil. Kalau tidak jual, tidak bisa hidup," kata Yosep.

Baca: Hadiri Reses, Ini Yang Diminta Masyarakat Wolofeo Kepada Anggota DPR RI

Ia mengaku meniris empat pohon lontar. Setiap pagi bisa menghasilkan tujuh sampai delapan liter, bahkan sampai belasan liter.

"Tergantung musimnya. Kalau musim panas airnya banyak," kata Yoseph.

Mans Toni penjual sopi, mengatakan kebutuhan sekolah anak-anak hanya bergantung kepada menjual arak.

"Kita berkebun atau bertani banyak-banyak tabah. Yang kita janji dalam hati, saya punya anak harus sekolah dan jadi orang," kata Mans.

Baca: Setelah 15 Tahun, Aleks Janji Tata Ulang Pasar Alok dan Semua Pedagang Wajib dapat Tempat Layak

Mans mengungkapkan risiko memanjat pohon lontar cukup tinggi. Namun ia selalu percaya karena merupakan mata pencaharian hidup Tuhan pasti selalu melindungi.

"Jual arak ini sangat membantu kehidupan kami masyarakat di sini," kata Mans. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help