Terungkap, Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Sungai Nunura Belu

Korban diduga bernama Dominggas Pareira, warga Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Alfons Nedabang
istimewa
Polisi bersama warga mengevakuasi mayat perempuan yang ditemukan di sungau Nunura, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Minggu (28/1/2018) sore. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Identitas mayat perempuan yang ditemukan mengapung di sungai Nunura, Kecamatan Raihat, perbatasan RI-RDTL, Minggu (28/1/2018) sore, mulai terungkap.

Korban diduga bernama Dominggas Pareira, warga Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Kapolsek Raihat, Iptu Yohanes N. Seran mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan nama korban namun yang jelas, korban adalah warga Haliwen.

"Identitasnya untuk sementara masih samar-samar tapi yang jelasnya korban ini dari haliwen-Atambua. Namanya Dominggas Pereira tapi kita masih tunggu keluarganya dari Haliwen.

Tadi kebetulan setelah kita komunikasikan ke teman-teman, Kapolsek Sasitamean sudah kontak saya bahwa itu keluarganya di Haliwen," jelas Yohanes saat dihubungi Minggu malam (28/1/2018).

Menurut Kapolsek Sasitamean, lanjut Yohanes, korban masih terlihat dan berbicara dengan Kapolsek Sasitamean ketika menghadiri acara pemakaman keluarga korban di Haliwen pada Sabtu (27/1/2018).

"Setelah pemakaman mereka bubar, pada saat itu korban sudah tidak kelihatan sampai tadi malam mereka cari dan mereka baru tahu informasi saat tadi kita baku kontak. Dan saat ini, keluarga korban dari Haliwen masih mencari mobil untuk jemput di Haekseak," ujar Yohanes.

Mengenai sebab kematian korban, Yohanes mengaku belum bisa memastikan karena saat ditemukan warga, korban berada di dalam air sungai.

"Kalau mau dilihat ya mama tua dipenuhi pasir. Dan dari kondisi awal diduga dibawa banjir," ujarnya.

Korban, lanjut Yohanes, ditemukan oleh dua warga Desa Tohe, Kecamatan Raihaat yang saat itu mencari kayu bakar di kebunnya dekat pinggir sungai.

"Saat itu mereka melihat korban sementara ada di bawah genangan air, lapor ke Ketua RT, lalu mereka lapor polisi dan sama-sama ke lokasi," jelasnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved