Mantan Sekda TTS Salmun Tabun Sekamar dengan Tiga Napi Korupsi

Ketiga napi kasus korupsi itu, yakni Drs. Joseph E Bekker, mantan Kepala Dinas Perikanan TTS yang divonis 7 tahun penjara, Soleman Kabu, S.Sos yang di

Mantan Sekda TTS Salmun Tabun Sekamar dengan Tiga Napi Korupsi
pos kupang
Mantan Sekda TTS, Salmun Tabun tiba di Rutan SoE, Selasa (26/9/2017). 

POS KUPANG.COM, SOE- Mantan Sekda TTS, Drs. Salmun Tabun, M.Si, sekamar dengan tiga napi korupsi, di Kamar 4 Blok D, Rumah Tahanan (Rutan) SoE.

Sejak Selasa (26/9/2017) pagi, Tabun telah menjalani masa hukumannya selama 1 tahun penjara.

Ketiga napi kasus korupsi itu, yakni Drs. Joseph E Bekker, mantan Kepala Dinas Perikanan TTS yang divonis 7 tahun penjara, Soleman Kabu, S.Sos yang divonis 6 tahun penjara dan Godlife Adolf Nastian Bako yang divonis 3 tahun penjara.

Kepala Rutan SoE, Lukas Frans,Bc.IP, SH, MH, dikonfirmasi Rabu (27/9/2017), mengatakan saat ini ada lima napi kasus tindak pidana korupsi (tipikor). Terdiri dari empat pria, yakni Salmun, Joseph, Soleman dan Adolf serta napi perempuan yakni Adolfina Bana.

"Pak mantan sekda sekamar dengan tiga napi tipikor itu di Blok D kamar 4. Sedangkan Adolfina di Blok W kamar 2," kata Lukas.

Dirincikan Lukas, dengan vonis 1 tahun penjara itu masa ekspirasi Tabun hingga tanggal 27 April 2018. Sebab Tabun sudah menjalani hukuman selama dalam proses penuntutan.
Joseph yang dihukum 7 tahun penjara itu masa ekspirasinya tanggal 24 November 2021.

Tanggal ekspirasi Soleman tanggal 24 Agustus 2021 sebab Soleman divonis 6 tahun penjara.

Tangggal ekspirasi Godlife yang divonis 3 tahun penjara adalah 7 Februari 2018. Untuk napi tipikor perempuan, Adolfina yang divonis 4 tahun penjara itu tanggal ekspirasinya 24 November 2019.

Ditanya apakah Tabun tidak menetap di sel khusus, Lukas memastikan perlakuan terhadap Tabun sama dengan napi lainnya.

Lukas memastikan tidak ada perlakuan khusus antara napi kasus tipikor dengan napi kasus lainnya. Begitu juga tidak ada perlakuan istimewa bagi pejabat atau masyarakat biasa yang mendekam di Rutan Soe. Setiap napi atau rutan memiliki hak dan kewajiban yang sama.

"Tidak ada perlakuan khusus bagi napi atau tahanan, tak ada diskriminasi antara napi kasus tipikor dengan napi kasus biasa. Semua diperlakukan sama," tegas Lukas.

Mantan Sekda TTS, Salmun Tabun, divonis bersalah melakukan penyalagunaan keuangan sebesar Rp 48 juta. Tabun sudah mengembalikan Rp 45 juta.
Pertengahan September 2017 lalu, majelis hakim tipikor memvonis Tabun dengan hukuman 1 tahun penajara dan denda Rp 50 juta atau subsider 1 bulan penjara.

Pada hari Senin tanggal 25 September 2017, Tabun menjalani eksekusi di Rutan SoE . Tabun diantar oleh pengacaranya, Philipus Fernandez, S.H ke Kejari TTS. Setelah itu Tabun diantar oleh jaksa dan pengacaranya ke Rutan Soe dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Soe. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help