Pos Perbatasan Beranda Rumah Kita
Kita percaya di tangan Presiden Joko Widodo yang sudah blusukan di NTT hingga perbatasan akan memberikan perhatian lebih terhadap masalah perbatasan
WARTA banyaknya pos di wilayah perbatasan yang roboh merupakan pukulan bagi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Ironi robohnya pos perbatasan telah disaksikan langsung Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, saat meninjau perbatasan kedua negara ini. Menhan melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan RI- Timor Leste, yakni ke Pulau Batek, Pos Lintas Batas Yonif 514 Raider Kostrad Mota'ain dan Brigif 21/Komodo di Naibonat.
Pos yang roboh terdapat di tiga titik, yakni perbatasan dengan Oekusi, Bijaesunan dan Haumeniana. Pos pemantau perbatasan di Pulau Batek juga membutuhkan perhatian. Realita ini perlu disikapi segera oleh pemerintah agar tidak terjadi penyerobotan wilayah oleh negara tetangga. Bukan hanya posnya, rehabilitasi juga perlu dilakukan terhadap pengamanan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung.
Kita percaya Presiden RI, Joko Widodo, telah memantau langsung kondisi riil di perbatasan, baik pos-posnya maupun kondisi kehidupan masyarakatnya. Joko Widodo berjanji akan memberikan perhatian lebih sehingga kedaulatan RI tidak terganggu oleh negara lain. Bukan hanya itu, presiden juga berjanji akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan sehingga tidak mudah terpengaruh dengan kehidupan sosial warga negara sebelah yang mungkin lebih baik, seperti perbatasan antara RI dengan Malaysia.
Kita juga berharap Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur betul- betul bekerja ekstra keras sehingga persoalan perbatasan seperti pos pengamanan yang rusak segera dikoordinasikan untuk diperbaiki. Badan Pengelola Perbatasan tidak sekadar menempatkan pejabat eselon pada gedung kantor yang megah. Instansi ini harus memiliki tanggung jawab lebih dalam pembangunan, terutama sarana dan prasarana perbatasan, peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan jumlah personel TNI yang menjaga perbatasan.
Kita percaya di tangan Presiden Joko Widodo yang sudah blusukan di NTT hingga perbatasan akan memberikan perhatian lebih terhadap masalah perbatasan, termasuk memperbaiki dan membangun pos perbatasan yang kokoh sehingga simbol kebesaran NKRI. Itulah beranda rumah kita. *