PosKupang/

Protes SBY, Dua Warga Ngada Nekat Panjat Menara Sutet

Sadar pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sia-sia, dua warga Kelurahan Toda, Kecamatan Golew

Protes SBY,  Dua Warga  Ngada  Nekat Panjat Menara Sutet
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Aksi nekat memanjat tower tak hanya dilakukan Fransiskus dan Maria Kristina dari Ngada. Sebelumnya, Jumat (1/2/1013), Agustinus, memanjat tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di depan JCC Jakarta Selatan, dengan memegang bendera merah putih. Diduga Agustinus (duduk di kiri tower) nekat memanjat tower karena kecewa tidak bisa bertemu dengan anggota DPR.
POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Sadar pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sia-sia, dua warga Kelurahan Toda, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, memilih memanjat Sutet tegangan tinggi di seberang Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2013). Kedua orang nekad itu adalah Fransiskus (30), bersama Maria Kristina (39). Keduanya mulai menaiki Sutet pukul 04.00 WIB.

Mereka menuntut ganti rugi lahan mereka yang diambil akibat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Uap (PLTUP) sejak tahun 2005 di Kelurahan Toda, Kecamatan Golewa.

Maria mengatakan, tuntutan mereka serta warga sekitar untuk meminta ganti rugi tidak pernah mendapatkan perhatian baik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Flores serta Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

"Kami hanya meminta PLN dan Pemda ganti lahan kami seluas 1,5 hektar milik saya, serta warga satu hektar. Setiap kami meminta pergantian lahan selalu alasannya tidak pernah ada dana," ucap Maria.

Sebelum akhirnya memilih memanjat Sutet, Maria mengaku sudah pernah bertemu Presiden SBY di Istana Negara pada 19 Agustus 2012. Saat bertemu, SBY menyuruh Maria untuk menyiapkan apa-apa saja keluhannya, serta total kerugian warga akibat pembangunan PLTUP.

Setelah bertemu SBY, Maria pun kembali ke Ngada untuk mendata yang diinstruksikan langsung SBY. Namun setelah sudah mendapatkan data, Maria kembali ke Jakarta dan langsung menuju Istana, namun ia tidak dapat bertemu SBY kembali untuk memberikan data-data yang telah dikumpulkannya, karena staf istana melarangnya. Maria pun kesal.

Sementara itu, sampai pukul 16.30 WIB, Fransiskus, rekan Maria, masih berada di atas Sutet. Namun, Maria sudah turun sejak pagi harinya. "Fransiskus akan tetap di atas sampai Presiden ke sini (Sutet Senen, Red) atau kami diberi ganti rugi," kata Maria.

Sementara itu, Kapolsektro Senen, Komisaris Kartono, mengaku kesulitan membujuk Fransiskus untuk turun dari Sutet. Untuk sementara, pihaknya akan memantau dulu kondisi Fransiskus dan belum akan menurunkan Fransiskus secara paksa. *

Editor: alfred_dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help