Kamis, 11 Juni 2026

Manusia Kaya Arti

PERUBAHAN selalu menjadi harapan setiap orang. Perubahan juga menjadi mimpi setiap insan. Tapi untuk mewujudkannya, butuh kerja keras, butuh komitmen. Butuh sinergi, juga kerja sama semua pihak. Perubahan itu hendaknya dimulai dari diri sendiri.

Tayang:

PERUBAHAN selalu menjadi harapan setiap orang. Perubahan juga menjadi mimpi setiap insan. Tapi untuk mewujudkannya, butuh kerja keras, butuh komitmen. Butuh sinergi, juga kerja sama semua pihak. Perubahan itu hendaknya dimulai dari diri sendiri.

Setelah itu ditularkan kepada kelompok, lalu akhirnya menjelma pada kalangan yang lebih luas. Bila semua orang bermimpi sama untuk berubah, maka perubahan untuk skala yang lebih besar, cepat atau lambat, pasti akan membuahkan hasil. Itu pada tataran ideal. Tapi dalam keseharian kita, hal yang ideal tersebut masih jauh dari harapan. Seperti kabar teranyar yang tersiar dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).  Di kabupaten ini, tatkala masyarakat dan semua komponen terkait sama-sama berharap akan adanya perubahan dalam kepemimpinan Bupati Raymundus Fernandes, S.Pt, yang dihadapi justeru sebaliknya. Hambatan amat besar.

Kendala itu bukannya pada staf yang salah menerjemahkan kebijakan, bukan pula pada pihak yang khilaf menjabarkan program, namun lebih pada dinamika politik di Gedung DPRD TTU. Kita tahu bersama, sejak dilantik menjadi bupati pada Desember 2010 silam, Bupati Ray Fernandes senantiasa digonggong dari berbagai lini. Sampai-sampai Dewan secara lembaga 'memecatnya' dan tak lagi mengakuinya sebagai kepala daerah untuk kurun waktu lima tahun ke depan.

Problema tersebut tak hanya berhenti di situ. Tahun 2011, ketika Dewan seharusnya bersidang untuk membahas nasib TTU ke depan, yang terjadi justru hal yang kontra produktif. Hingga saat ini, Dewan belum menetapkan APBD sebagai acuan bagi pemerintah untuk melaksanakan pembangunan selama tahun 2012 ini.

Kita mungkin lelah menghadapi problema yang tiada henti ini. Namun kelelahan itu sepertinya masih berkepanjangan, sebab hingga saat ini, Dewan masih tarik ulur soal sidang pembahasan dan penetapan APBD yang menjadi tugas utama para wakil rakyat tersebut.

Untuk urusan ini, kita harus mengemukakan bahwa Bumi Biinmafo berkabung. Berkabung bukan karena para pemimpin gagal menerapkan program-program pembangunan, tapi lebih pada ketidakmampuan para pejabat baik eksekutif maupun legislatif menjadi jembatan untuk mengantar masarakat menuju biduk perubahan seperti yang diharapkan. Dalam konteks ini, kita mungkin mengusap dada. Sebab realita politik menunjukkan, betapa sejumlah oknum pejabat bukannya memikirkan nasib masyarakat dan daerah, melainkan berusaha menggagalkan apa yang hendak dilakukan.

Dengan demikian, amatlah wajar jika hingga saat ini APBD setempat belum bisa ditetapkan. Sebab masih ada gesekkan kepentingan antara satu dengan yang lain. Perbedaan itu  masih sangat kuat, sehingga bila tak ada yang menengahi, agaknya sulit untuk diakhiri. Kita harus akui bahwa ketika legislatif masih menempatkan eksekutif sebagai pihak yang harus dijegal, maka sampai kapan pun masalah itu tak akan berakhir. Kecuali dua pihak ini saling bergandengan tangan dan bahu membahu melakukan yang terbaik bagi masyarakat.

Terkait akan hal ini, teringat pada 'ajaran' mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe, tentang manusia kaya arti, manusia setengah arti, dan manusia miskin arti. Manusia kaya arti digambarkan sebagai sosok yang selalu berpikir dan memikirkan hal-hal positif. Bahkan hal negatif sekalipun tetap dipikir secara positif. Dengan begitu bisa menjadikan seseorang menjadi manusia kaya arti.

Namun bila manusia miskin arti, berarti orang bersangkutan hanya dan cenderung berada pada lingkaran negatif, selalu memikirkan hal-hal yang negatif. Bahkan melihat orang sukses pun tetap dari sisi negatif. Dalam konteks seperti ini, kita bisa mengartikan seperti apa para penggerak pembangunan di Kabupaten TTU itu. Apakah semua sudah berada pada lingkarangan manusia kaya arti, ataukah sebaliknya. Namun kita berharap, mulai saat ini TTU sudah harus melangkah maju untuk menatap masa depan yang lebih baik. *

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved