Sabtu, 2 Mei 2026

Unwira

Kepala LLDIKTI Wilayah XV Dorong Perguruan Tinggi di NTT Hasilkan Riset Berdampak

Dalam sambutannya, Adrianus menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Pascasarjana Angkatan ke-45 dan Sarjana Angkatan ke-74 di Universitas Katolik Widya Mandira, Rabu (25/3/2026). 

Ringkasan Berita:

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, mendorong seluruh perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Pascasarjana Angkatan ke-45 dan Sarjana Angkatan ke-74 di Universitas Katolik Widya Mandira, Rabu (25/3/2026).

Dalam sambutannya, Adrianus menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi.

“Atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi melalui LLDIKTI Wilayah XV, serta Bapak Menteri, kami mengucapkan selamat sebesar-besarnya kepada 487 wisudawan yang hari ini diwisuda dari 20 program studi, sarjana dan pascasarjana” ujarnya.

Ia menegaskan, para lulusan memiliki peran penting sebagai tulang punggung masa depan NTT dan Indonesia, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan daerah seperti stunting, kemiskinan, dan tantangan sosial lainnya.

“Daerah Nusa Tenggara Timur ini memiliki banyak hal yang perlu menjadi perhatian, seperti stunting, kemiskinan, dan berbagai aspek sosial lainnya. Masa depan daerah ini ada pada peran para lulusan yang hari ini diwisuda,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah perubahan global yang cepat, perguruan tinggi dituntut untuk mampu beradaptasi melalui transformasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, ekonomi, hingga geopolitik.

Baca juga: Gubernur NTT Minta Wisudawan Unwira Adaptif Hadapi Perubahan

“Daya tahan sumber daya manusia menjadi sangat penting. Perguruan tinggi harus memperkuat peran dalam membangun SDM yang memiliki pengetahuan, keahlian, dan karakter yang kuat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, kolaboratif, dan transparan, terutama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain itu, Adrianus menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem riset dan inovasi yang tidak hanya berhenti pada teori, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata.

“Riset dan inovasi yang kita hasilkan wajib berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan suatu bangsa dalam menghadapi tantangan global sangat ditentukan oleh kemampuan menghasilkan lulusan yang relevan, didukung riset yang terintegrasi dengan industri serta kebutuhan masyarakat.

“Riset harus terhubung dengan kebutuhan nyata, baik untuk petani, nelayan, UMKM, maupun masyarakat luas. Prinsipnya, riset yang berdampak itu harus bisa diimplementasikan dan dirasakan langsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat reproduksi akademik semata, tetapi harus menjadi katalisator kemajuan sosial dan ekonomi.

“Perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, bukan hanya ruang untuk mereproduksi akademisi, tetapi juga harus menjadi katalisator kemajuan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di NTT,” pungkasnya. (uge)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved